Investor mendapatkan momentum untuk memburu saham komoditas di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia ke level US$ 71 per barel. Harga-harga komoditas pun ikut melambung.
Pada perdagangan Selasa (4/8/2009), IHSG ditutup menguat hingga 21,297 poin (0,91%) ke level 2.360,094. Indeks LQ 45 juga naik 4,481 poin (0,98%) ke level 463,115.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejalan adanya tanda-tanda pasar saham kepanasan, tingkat kenaikannya kemungkinan akan melambat," ujar Shinichiro Matsushita, analis dari Daiwa Securities seperti dikutip dari AFP.
Indeks Komposit Shanghai naik tipis 8,85 poin (0,26%) ke level 3.471,44, indeks Hang Seng turun tipis 10,83 poin (0,05%) ke level 20.796,43, indeks KOSPI naik 1,39 poin (0,09%) ke level 1.566,37.
Perdagangan di seluruh pasar sangat semarak, dengan frekuensi mencapai 139.605 kali dengan volume 13.873 juta lembar saham senilai Rp 7,967 triliun. Sebanyak 115 saham naik, 98 saham turun dan 72 saham stagnan.
Saham BUMI masih paling aktif diperdagangkan, dengan kenaikan Rp 75 menjadi Rp 2.725 dengan nilai perdagangan Rp 1,4 triliun.
Saham-saham lain yang mencetak kenaikan harga antara lain Astra International (ASII) naik Rp 650 menjadi Rp 31.050, BRI (BBRI) naik Rp 200 menjadi Rp 7.600, PTBA naik Rp 400 menjadi Rp 13.950, Adaro (ADRO) naik Rp 50 menjadi Rp 1.330, International Nickel (INCO) naik Rp 75 menjadi Rp 4725.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 8.800, Timah (TINS) turun Rp 25 menjadi Rp 2.175, PGN (PGAS) turun Rp 25 menjadi Rp 3.525, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 4.225, Indofood (INDF) turun Rp 25 menjadi Rp 2.350.
(qom/qom)











































