Pada perdagangan Selasa (4/8/2009), rupiah ditutup pada level 9.860 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.910 per dolar AS.
Ekonom BII, Samuel Ringoringo mengatakan, berlanjutnya penguatan IHSG dan kenaikan harga obligasi menjadi salah satu pemicu penguatan rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di pasar Asia, euro kembali melemah setelah kemarin menguat tajam. Investor melakukan ambil untung setelah penguatan euro menguat tajam pada perdagangan di New York kemarin.
Euro melemah ke level 1,4382 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4411 dolar yang merupakan level tertinggi sejak Desember 2008. Euro juga melemah ke 136,89 yen, dari sebelumnya di level 137,29 yen. Dolar AS juga melemah ke 95,18 yen, dari sebelumnya di 95,23 yen.
Setelah keluarnya data manufaktur, investor kini cukup berhati-hati untuk menungggu sejumlah data laporan ekonomi AS lainnya.
"Dengan banyaknya data indikator ekonomi AS pada pekan ini, ada sedikit kekhawatiran seputar kejutan yang negatif. Jadi beberapa pemain berpikir euro mengalami aksi beli yang sedikit lebih banyak sebelumnya," ujar seorang pialang valas, seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)










































