Penjualan Antam Semester I-2009 Turun 16%

Penjualan Antam Semester I-2009 Turun 16%

- detikFinance
Rabu, 05 Agu 2009 11:30 WIB
Penjualan Antam Semester I-2009 Turun 16%
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membukukan penjualan Rp 4,39 triliun pada semester I-2009 atau turun 16 persen dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 5,2 triliun. Penurunan ini dipicu merosotnya penjualan nikel meski penjualan emas masih membukukan pertumbuhan positif.

Berdasarkan keterangan pers perseroan yang dikutip detikFinance, Rabu (5/8/2009), produksi emas Antam pada semester pertama 2009 tercatat 1.358 kg, turun 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2008.

Meskipun volume produksi emas turun, volume penjualan emas pada semester I-2009 tercatat naik 91 persen menjadi 7.454 kg seiring dengan peningkatan kegiatan trading emas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan peningkatan volume penjualan tersebut, pendapatan dari komoditas emas naik 140 persen menjadi Rp 2,565 triliun. Harga jual emas pada semester I-2009 tercatat relatif stabil pada level US$ 924,87 per t.oz," demikian isi keterangan tersebut.

Sedangkan untuk produksi feronikel pada semester pertama 2009, Antam memproduksi 6.082 TNi feronikel atau turun 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan dari komoditas feronikel turun 52 persen menjadi Rp 928 miliar seiring dengan turunnya harga jual feronikel sebesar 56 persen menjadi US$5,51 per pound dan penurunan volume penjualan sebesar 6 persen menjadi 7.075 TNi.

"Antam mempertahankan target produksi feronikel sebesar 12.000 TNi di tahun 2009," tambah isi keterangan tersebut.

Pada periode kali ini Antam juga memproduksi 1.467.980 wmt bijih nikel kadar tinggi atau 51 persen dari target tahun 2009. Volume penjualan bijih nikel kadar tinggi ini turun 30 persen dibandingkan semester I-2008 menjadi 1.467.980 wmt.

Seiring dengan penurunan harga jual dan volume penjualan, pendapatan dari komoditas bijih nikel kadar tinggi dalam semester I-2009 turun 60 persen dibandingkan periode yang sama menjadi Rp 549 miliar.

Dalam semester I-2009, volume penjualan bijih nikel kadar rendah mencapai 879.945 wmt, turun 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan volume penjualan dan harga jual menyebabkan penurunan pendapatan dari komoditas bijih nikel kadar rendah sebesar 43% menjadi Rp 880 miliar.
(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads