Koreksi teknikal ini merupakan hal yang lumrah setelah penguatan IHSG yang sangat besar sebelumnya. Penguatan IHSG bahkan sudah mengalahkan bursa China dan India.
Pada perdagangan Rabu (5/8/2009) sesi I, IHSG akhirnya ditutup terkoreksi 27,450 poin (1,16%) ke level 2.332. Indeks LQ 45 juga turun 6,212 poin (1,34%) ke level 456,903.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi 72.089 kali pada volume 7.235 juta lembar saham senilai Rp 3,172 triliun. Sebanyak 67 saham naik, 101 saham turun dan 72 saham stagnan.
Saham-saham kelompok Bakrie memberikan kontribusi besar dari nilai perdagangan di seluruh pasar hari ini yakni mencapai Rp 1,435 triliun atau sekitar 45% dari nilai seluruh perdagangan:
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.700, nilai transaksi Rp 444,6 miliar.
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik Rp 25 menjadi Rp 400, nilai transaksi Rp 410,7 miliar.
- PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) naik Rp 3 menjadi Rp 139, nilai transkasi Rp 121,3 miliar.
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik Rp 5 menjadi Rp 220, nilai transaksi Rp 86,7 miliar.
- PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) turun Rp 2 menjadi Rp 115, nilai transksi Rp 272,4 miliar.
- PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) stagnan di Rp 350, nilai transkasi Rp 51,4 miliar.
- PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) turun Rp 10 menjadi Rp 810, nilai transaksi Rp 48,4 miliar.
Saham-saham lain yang naik harganya di top gainer antara lain International Nickel (INCO) naik Rp 125 menjadi Rp 4.850, BCA (BBCA) naik Rp 50 menjadi Rp 3.975, Adaro (ADRO) naik Rp 20 menjadi Rp 1.350.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.100 menjadi Rp 29.950, BRI (BBRI) turun Rp 250 menjadi Rp 7.350, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 menjadi Rp 4.075, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 8.650, PGN (PGAS) turun Rp 50 menjadi Rp 3.475.
(qom/qom)











































