Aksi ini dilakukan akibat keputusan INCO melakukan PHK atas 87 karyawannya sebagai bagian dari efisiensi."Penduduk asli marah gara-gara PHK, keadaan ini sekarang sedang puncaknya," jelas ketua Forum Serikat Pekerja PT International Nickel Indonesia Andi Karim ketika dihubungi detikFinance, Kamis (6/8/2009).
Andi mengatakan saat ini pihak manajemen INCO sedang melakukan negosiasi dengan penduduk asli agar menghentikan pemblokiran jalan tersebut. Pertemuan berlangsung sejak pukul 14.00 dan sampai saat ini belum selesai.
Menurut Andi jika sampai tidak ada titik temu dalam negosiasi tersebut, maka Andi khawatir akan ada aksi yang lebih besar lagi dari penduduk asli tersebut. "Dan dampaknya pasti juga akan lebih besar," tandasnya.
Pihak serikat pekerja dikatakan Andi menilai apa yang dilakukan manajemen INCO memang suatu pelanggaran karena tidak dilakukan melalui perundingan dengan karyawan."Kalau mau efisiensi silahkan, tapi setidaknya wajib dirundingkan dulu kepada karyawan, itu menjadi pertanyaan kita," ujarnya.
Menurutnya juga tidak etis jika INCO yang berusaha di daerah tersebut justru melakukan PHK terhadap penduduk asli setempat yang seharusnya ikut merasakan hasil yang didapat oeh INCO.
(dnl/qom)











































