IHSG Perkasa, Transaksi Capai Rp 8 Triliun

IHSG Perkasa, Transaksi Capai Rp 8 Triliun

- detikFinance
Kamis, 06 Agu 2009 16:14 WIB
IHSG Perkasa, Transaksi Capai Rp 8 Triliun
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan keperkasaannya hingga ke level 2.359, diiringi nilai transaksi yang besar hingga Rp 8 triliun.

Penguatan IHSG kali ini ditopang oleh kenaikan saham-saham komoditas, termasuk grup Bakrie. Harga komoditas melonjak setelah harga minyak mentah dunia melonjak hingga US$ 76 per barel.

Pada perdagangan Kamis (6/8/2009), IHSG ditutup menguat 42,914 poin (1,85%) ke level 2.359,977, indeks LQ 45 juga naik 9,644 poin (2,13%) ke level 463,280. IHSG di awal sesi sempat mencicipi teritori negatif, dengan level terendah berada di 2.309,988.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa-bursa regional juga kembali mencatat penguatan, kecuali Bursa China. Indeks Nikkei-225 kembali ditutup menguat 135,56 poin (1,32%) ke level 10.388,09, yang merupakan level terbaik sejak 6 Oktober. Indeks KOSPI juga naik 5,57 poin (0,36%) ke level 1.565,04.

Indeks Komposit Shanghai melemah 72,17 poin (2,11%) ke level 3.356,33. Bursa China melemah setelah Bank Sentral menyatakan mereka akan melakukan perubahan  atas kebijakan moneternya.

Bank-bank di China selama ini agresif menyalurkan kredit demi mendukung pertumbuhan ekonominya di tengah krisis. Namun Bank Sentral China mengaku akan kembali melakukan penyesuaian kebijakan moneter setelah melihat besarnya penyaluran kredit selama semester I-2009.

Sementara harga minyak mentah dunia di pasar London terus melonjak. Minyak Brent pengiriman September tercatat sempat menyentuh level US$ 76 per barel sebelum akhirnya surut ke US$ 75,93 per barel. Sementara minyak Brent naik 32 sen ke level US$ 72,29 per barel.

Perdagangan berjalan sangat semarak, meski sempat dilanda kelesuan di awal perdagangan. Transaksi di seluruh pasar BEI mencatat transaksi sebanyak 158.034 kali pada volume 15.188 juta lembar saham senilai Rp 8,222 triliun. Sebanyak 126 saham naik, 63 saham turun dan 74 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 175 menjadi Rp 2.475, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 300 menjadi Rp 3.000, Adaro (ADRO) naik Rp 100 menjadi Rp 1.460, Timah (TINS) naik Rp 125 menjadi Rp 2.275, International Nickel (INCO) naik Rp 275 menjadi Rp 5.050, BCA (BBCA) naik RP 150 menjadi Rp 4.175.

Sedangkan saham-saham yang mengalami koreksi di top loser antara lain BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 7.200, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi RP 3.950, Unilever (UNVR) turun Rp 100 menjadi Rp 11.150, Tunas Ridean (TURI) turun Rp 120 menjadi Rp 1.710.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads