Menurut Direktur SMF Sutomo, rencana obligasi tersebut saat ini sedang dalam proses perizoinan di otoritas pasar modal.Β "Diharapkan setelah lebaran sudah bisa masuk pasar. Calon pembelinya sudah ada," ujarnya di sela acara Seminar Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) di Hotel Intercontinental, Kamis (06/08/2009).
Sutomo mengatakan suku bunga obligasi diharapkan lebih rendah dari suku bunga penyaluran kredit yang sebesar 10,5%. "Kita ingin bunganya di bawah itu, sekitar 9%," ujar Sutomo
Hasil dari obligasi tersebut, kata Sutomo untuk melakukan pembiayaan kembali (refinancing program ). "Untuk penjamin pelaksana, ada beberapa perusahaan yang sudah mengajukan proposal," tuturnya.
Selain itu SMF sedang menjajaki sedikitnya empat Manajer Investasi (MI) untuk menerbitkan reksadana terproteksi. "Underlying asset berasal dari Efek Beragun Asset," katanya.
MI yang dijajaki lanjut Sutomo, antara lain, Danareksa Investment, Mandiri Manajemen Investasi, Bahana dan Manulife Asset Management.
(dru/dnl)











































