IHSG pada perdagangan Kamis (6/8/2009) dibuka menguat tipis ke level 2.317,313 pada perdagangan hari ini. Level terendah IHSG hari ini di level 2.309,988 atau memasuki teritori negatif bila dibandingkan dengan penutupan kemarin di level 2.317,063.
IHSG bertahan cukup lama di teritori negatif. Namun menjelang akhir penutupan sesi I, IHSG mulai mengalami tren penguatan, terutama didorong oleh penguatan seketika saham-saham Bakrie 7.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BUMI ditutup di level Rp 3.000, naik Rp 300 (11,11%) dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,194 triliun. Saham BUMI memang bergerak sangat fluktuatif. Saham BUMI sempat mencapai harga tertingginya di Rp 8.500 pada 23 Juni 2008. Namun saham BUMI sempat pula terpuruk di level terendahnya Rp 425 pada 15 Juni 2009.
Saham-saham grup Bakrie lainnya juga mencetak kenaikan harga dengan nilai transaksi yang cukup fantastis.
Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) ditutup menguat Rp 11 (9,48%) ke Rp 127 dengan nilai transaksi Rp 719,362 miliar. Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) ditutup di level Rp 450, naik Rp 50 (12,5%)
dengan nilai transaksi Rp 625,502 miliar.
Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) ditutup menguat Rp 15 (6,81%) ke Rp 235 dengan nilai transaksi Rp 238,190 miliar. Saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menguat Rp 6 (4,34%) ke Rp 144 dengan nilai transaksi Rp 187,016 miliar.
Saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) ditutup di level Rp 840, menguat Rp 40 (5%) dengan nilai transaksi Rp 124,120 miliar.
Saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) ditutup di level Rp 360, naik Rp 15 (4,34%) dengan nilai transaksi Rp 121,232 miliar.
Total nilai transaksi saham-saham Bakrie 7 hari ini mencapai Rp 4,209 triliun atau setara dengan 51,19% dari total nilai transaksi BEI hari ini sebesar Rp 8,222 triliun.
(dro/qom)











































