Pada perdagangan Kamis (6/8/2009), rupiah ditutup stagnan di level 9.910 per dolar AS, atau sama dengan penutupan kemarin.
Ekonom BII Samuel Ringoringo mengatakan, dengan spread suku bunga Indonesia sekarang yang cukup besar, sangat wajar jika nilai tukar rupiah terus menguat. Suku bunga tinggi yang diterapkan BI saat ini membuat aliran dana-dana yang sifatnya jangka pendek terus masuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi itu terlalu kuat karena nilai riil kita tidak segitu. Ini karena dana panas. Rupiah yang paling pas saat ini adalah 10.000 per dolar AS, yang bagus untuk ekspor dan impor bisa proporsional," jelas Samuel saat dihubungi detikFinance.
Sementara dolar AS di pasar Asia siang ini tercatat stabil, menjelang data baru yang akan dirilis AS. Dolar AS bertahan di 95,11 yen, dibandingkan sebelumnya di level 94,97 yen. Euro juga bertahan di 1,4409 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4411.
(qom/qom)











































