Pada penutupan sesi I, perdagangan Jumat (7/8/2009), IHSG melemah 10,764 poin (0,46%) ke level 2.349,213. Indeks LQ 45 juga melemah 2,703 poin (0,58%) ke level 460,577.
Selain koreksi atas saham-saham grup Bakrie, IHSG juga terseret oleh pelemahan saham-saham sektor pertambangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi transaksi sebanyak 70.397 kali dengan volume 8.405 juta lembar saham senilai Rp 3,738 triliun. Sebanyak 54 saham naik, 117 saham turun dan 56 saham stagnan.
Sucorinvest dalam market view menjelaskan, bursa regional Asia pagi ini dibuka pada teritori negatif. Demikian pula harga komoditas cenderung melemah kecuali harga minyak yang masih mampu bertahan di atas level US$ 71 per barel.
"Kami perkirakan pagi ini IHSG akan cenderung bergerak mengikuti sentimen dari bursa regional. Aksi profi t taking tampaknya akan menekan saham-saham yang terkait dengan harga komoditas. Suport-resisten IHSG berada pada kisaran S2: 2293 S1: 2327 R1: 2377 R2: 2393," jelas Sucorinvest.
Saham BUMI akhirnya mengalami koreksi setelah kemarin menembus Rp 3.000. Saham BUMI menutup sesi I dengan melemah Rp 50 menjadi Rp 2.950, nilai transaksi mencapai Rp 1,2 triliun atau sekitar 32% dari nilai seluruh perdagangan.
Saham-saham yang mengalami koreksi di top loser antara lain Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 100 menjadi Rp 2.375, Timah (TINS) turun Rp 75 menjadi Rp 2.200, International Nickel (INCO) turun Rp 175 menjadi Rp 4875, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 menjadi Rp 13.700, Unilever (UNVR) turun Rp 200 menjadi Rp 10.950.
Sedangkan saham-saham yang mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 300 menjadi Rp 30.300, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 menjadi Rp 12.950, Hexindo (HEXA) naik Rp 225 menjadi Rp 2.950.
(qom/qom)











































