Pada perdagangan Jumat (7/8/2009), rupiah ditutup melemah ke level 9.960 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.910 per dolar AS.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya mengatakan, penguatan rupiah masih akan berlanjut kedepannya. Hal ini dikarenakan dalam jangka pendek ini dolar masih akan terus melemah akibat suplai pasar valas yang meningkat karena adanya kepercayaan investor menempatkan dananya di emerging asset.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Budi, kepercayaan asing kepada ekonomi Indonesia juga akan berdampak pada penguatan nilai tukar rupiah.
"Walupun saat ini masih dalam tahap portofolio keuangan saja tapi saya yakin bahwa asing akan masuk ke dalam penanaman modal asing," tuturnya..
Ia menambahkan, BI akan terus tetap waspada terhadap kemungkinan keluarnya modal asing secara tiba-tiba.
"Sebagai regulator BI akan selalu berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar volatilitas tetap terjaga," pungkasnya.
(dru/qom)











































