Wall Street Menajam 'Diasah' Data Pengangguran

Wall Street Menajam 'Diasah' Data Pengangguran

- detikFinance
Sabtu, 08 Agu 2009 09:19 WIB
Wall Street Menajam Diasah Data Pengangguran
New York - Data pengangguran AS selama Juli ternyata tidak seburuk yang dibayangkan. Saham-saham di Wall Street pun menguat signifikan ke titik tertingginya selama 2009.

Data yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan angka pengangguran turun secara tak terduga menjadi 9,4% selama Juli 2009 dari 9,5% selama Juni. Angka pengangguran Juli tercatat hanya 247.000 atau jauh dari perkiraan ekonom sebanyak 325.000, dengan angka pengangguran 9,6%.

"Investor sedang mencari konfirmasi bahwa dasar dari resesi sudah semakin dekat dan angka pengangguran adalah bagian yang besar dari itu," ujar Fred Dickson, analis dari DA Davidson seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/8/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Jumat (7/8/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat tajam 113,81 poin (1,23%) ke level 9.370,07. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 13,40 poin (1,34%) ke levle 1.010,48 dan Nasdaq naik 27,09 poin (1,37%) ke level 2.000,25.

Sepanjang pekan ini, Dow Jones naik 2,2%, S&P 500 menguat 2,3% dan Nasdaq naik 1,1%.

Volume perdagangan sudah lumayan, di New York Stock Exchange mencapai 1,47 miliar, sedikit di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,46 miliar, di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.

Harga Minyak Drop

Sementara harga minyak mentah dunia turun tajam seiring menguatnya dolar AS. Namun harga masih bertahan di atas US$ 70 per barel.

Kontrak utama minyak light sweet pengiriman September turun 1,01 dolar menjadi US$ 70,93 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman September turun 1,24 dolar menjadi US$ 73,59 per barel.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads