Investor global kini memilih undur sejenak menjelang pertemuan Bank Sentral AS (Federal Reserve) pada Rabu ini. The Fed diprediksi akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendahnya di tengah perekonomian AS yang masih diliputi ketidakpastian.
Koreksi sebelumnya telah menyapa bursa Wall Street. Di tengah perdagangan yang sangat tipis, indeks Dow Jones mengalami penurunan tipis mengoreksi penguatan tajam pada pekan sebelumnya. Pada perdagangan Senin (10/8/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 32,12 poin (0,34%) ke level 9.337,95.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa Tokyo juga membuka perdagangan Selasa (11/8/2009) ini dengan pelemahan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah tipis 9,52 poin (0,09%) ke level 10.514,74.
IHSG di lantai Bursa Efek Indonesi (BEI) pun diprediksi akan mengalami koreksi teknikal. IHSG akan bergerak variatif, karena sebenarnya potensi penguatan masih besar di tengah kuatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Saham-saham komoditas yang kemarin merajai akan berbalik arah. Gerak IHSG pada hari ini masih sangat dipengaruhi oleh gerak saham-saham kelompok Bakrie.
Sementara IHSG kemarin gagal menembus level 2.400. Sempat mendekati level tersebut hingga 2394,321, IHSG akhirnya ditutup hanya menguat 40,429 poin (1,72%) ke level 2.389,562. Investor semakin bersemangat setelah BPS merilis angka PDB Indonesia tumbuh 4%, yang berarti melebihi ekspektasi analis sebesar 3,8%.
(qom/qom)











































