"Pada awal tahun kami menargetkan 5.000 nasabah di akhir tahun, ternyata sekarang sudah mencapai 5.200 nasabah, sehingga kami akan menambah target 3.000 nasabah lagi sampai akhir tahun 2009," ujar Presiden Direktur BNI Securities, Eddy Siswanto usai acara Grand Launcing Esmart Online Trading di Jakarta, Rabu (11/8/2009).
Eddy mengatakan, saat ini total keseluruhan nasabah BNI Securities mencapai 30.000 nasabah dan diperkirakan dengan peluncuran online trading jumlah nasabah akan meningkat dari tahun ke tahun.
ESMART diperkenalkan pada Agustus 2008. Sejak saat itu telah terjadi penambahan nilai transaksi sebesar Rp 693,580 miliar meningkat menjadi Rp 3.850 triliun. Frekuensinya pun cenderung naik dari 25.016 kali menjadi 192.695 kali tahun 2009. Sejak diperkenalkan ESMART jumlah nasabah baru BNI meningkat hingga 57 %.
Eddy mengatakan, volume transaksi hariannya pun meningkat dari 100 miliar saham hingga 150 miliar saham per hari dengan market share 4% dari market share 2% tahun sebelumnya.
Eddy mengatakan, dengan penggunaan fasilitas online trading nasabah semakin dipermudah, karena fasilitas ini sangat mempertimbangkan risk management dan risiko investasi yang terukur.
Sementara dari total 5.200 nasabah online trading perseroan, porsi investor ritel mencapai 95%. "Kami hanya berfokus pada nasabah retail dan memang sejak awal fokusnya ke sana,"ujar Direkur BNI Securities, Jimmy Myo.
Ia mengatakan, sebesar 5 % yang tersisa berasal dari nasabah institusi. Kebanyakan nasabah retail ini senang menggunakan fasilitas online trading karena selain risikonya terukur, nasabah mendapat kemudahan dengan kecanggihan IT yang menopang online trading.
Kemudahan-kemudahaan itu berupa, pengenaan biaya fee yang murah sebesar 0,2%. Padahal sebelumnya fee -nya mencapai 0.25 hingga 0.50 %.
Jimmy mengatakan, untuk memperluas basis pengenalan kepada nasabah, BNI akan membuka cabang-cabang di luar pulau Jawa, seperti, Kalimantan dan Sulawesi Selatan. Hal ini dilakukan mengingat pasar modal kita masih jauh tertinggal dibandingkan pasar luar negeri yang sudah menggunakan fasilitas online trading sebesar 80%.
(dro/dnl)











































