Pada perdagangan Rabu (12/8/2009), rupiah dibuka menguat tipis ke 9.930 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.940 per dolar AS.
Dolar AS di pasar global kini sedang bergerak tenang menunggu keputusan The Fed. Namun yen menguat tajam oleh risk aversion setelah data ekonomi yang melemah dari China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) diprediksi akan mempertahankan suku bunga rendah di kisaran 0-0,25% guna mendongkrak kredit dan aktivitas kredit. Namun investor akan menunggu sejumlah petunjuk dari The Fed tentang arah pemulihan ekonomi AS.
Meskipun dolar AS telah melemah akibat suku bunga rendah, namun analis menyatakan hal ini tidak akan berlanjut lama.
"Ekepektasi jangka panjang untuk suku bunga yang lebih tinggi akan mendorong permintaan dolar karena pelaku pasar mengantisipasi kebijakan moneter ketat dalam 12 bulan ke depan," jelas David Song dari Forex Capital Markets seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































