Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Kamis, 13 Agu 2009 09:45 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Indeks kembali membuat shocking movement kemarin, turun 2% seiring china -4,6% dan HSI -3%. Penguatan dollar kemarin membuat investor melakukan profit taking yang dimana menurut saya lihat masih sehat. Namun memang kita saat ini pada area rawan koreksi. Silakan melihat RSI indeks IHSG anda kita saat ini berada pada band 75 yang dimana sangat rawan koreksi. Hari ini IHSG akan rebound dengan katalis pergerakan regional dan berita optimis dari the Fed namun profit taking sangat sangat terbuka besar. Singapore +1,6% setelah Singtel melaporkan laba naik 7,7% di 1H09 meskipun ekonomi Singapura sedang dilanda krisis. Kontribusi laba Singtel berasal dari India dan Indonesia, ini memperkuat katalis dari brand Nick-cashmore yaitu Chindonesia (China, India dan Indonesia).

Di AS semalam The Fed mengumumkan bahwa tidak ada perubahan dalam The Fed rate yang artinya tetap mempertahankannya dalam kisaran 0% hingga 0.25%. Namun, The Fed mengatakan kembali bahwa fund rate akan tetap berada di level rendah dalam periode yang lebih lama. Dan juga, FOMC secara tidak langsung mengatakan bahwa resesi akan segera berakhir.

Guru Says: "Risk comes from not knowing what you're doing ."- Warren Buffett

Dow Jones:Β  Saham US rebound dari penurunan terbesarnya dalam sebulan setelah The Fed mengatakan resesi mereda dan para analis menaikkan outlooknya untuk asuransi. Obligasi pemerintah turun akibat rencana bank sentral untuk meredam pembelian treasuri. Travelers Cos. memimpin kenaikan saham asuransi setelah S&P menaikkan outlooknya. Allstate Corp. melonjak 6.3% setelah Bank of America meng-upgrade ratingnya menjadi β€˜buy’. Toll Brothers Inc. mengalami kenaikan paling tingginya sejak tahun 2000 setelah mencatat penjualan di atas estimasi sementara Macy’s Inc. mengalami kenaikan setelah menaikkan estimasinya. VeriSign Inc. rally setelah Credit Suisse Group AG merekomendasikan sahamnya.

Indeks S&P 500 +1.2% menjadi 1,005.81, Dow Jones +1.3% menjadi 9,361.61 dan Nasdaq +1.5% menjadi 1,998..72. Saham perbankan S&P rally 2% dan saham asuransi naik 3.7%.

Regional Pagi: Bursa Asia menguat setelah Federal Reserve AS mengatakan ekonomi akan segera pulih kembali, dengan penguatan pada bursa Jepang yang dipimpin para eksportir, dan bursa Australia menguat meskipun pelemahan terjadi pada BHP Billiton Plc. (-0.8%) dan Telstra Corp. (-1.4%) setelah membukukan pendapatan mereka. Nikkei 225 (+ 0.8%) 10,513.9, Topix Index (+0.7%) 966.94. Mazda Motor (+2%) di Tokyo yang memprediksikan peningkatan target produksi pada semester I yang berakhir pada September. KOSPI INDEX (+0.49%) 1,572.97. S&P/ASX 200 INDEX (+1.30%) 4,399.60. Straits Times (+1.65%) 2,613.62.

Commodity: Crude Oil (+1%) $70.9/barel, Gold (-0.05%) $952/oz, Nickel (-4.8%) $19.320/tonne, Tin (-1.1%) $14.625/tonne, CPO (-0.2%) 2,475 RMY.

Economic & Industrial news

Mining: Konsorsium BUMN-Pemerintah Beli Newmont

Akhirnya Pemerintah pusat memutuskan membeli 14% saham Newmont bersama dengan konsorsium BUMN pada program divestasi 2008-2009 senilai US$493,64 juta. Disinyalir konsorsium BUMN tersebut yakni ANTM dan PTBA.

Commodity: Konsumsi Batu Bara 1H09 di Bawah Target

Pada 1H09, PLN mencatat pemakaian batubara untuk pembangkit masih di bawah target, yaitu hanya 10,8 juta ton dari 12,4 juta ton. Itu dikarenakan tidak optimalnya kinerja sejumlah PLTU. Namun, meski belum mencapai target, realisasi tersebut masih lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu 10 juta ton.

Banking: BI Revisi Pertumbuhan Kredit Jadi 12% YoY, 1H09 Kredit +2% Ytd

BI mencatat kredit perbankan nasional di 1H09 hanya tumbuh 2% secara ytd (year-to-date) dari Rp1.307,69 tn ke Rp1.335,04 tn per akhir Juni 1H09. Lambatnya pertumbuhan kredit membuat BI merevisi target pertumbuhan kredit dari 15% menjadi 12% tahun ini. Sementara DPK (dana pihak ketiga) tumbuh 4.02% ytd menjadi Rp1.823,81dan NPL tercatat 3.2% di 1H09.

kredit konsumer 1H09 Rp392 tn (+6.7% ytd, +19.4% yoy)
kredit modal kerja 1H09 Rp674 tn (-1.5% ytd, +11.1% yoy)
kredit investasi 1H09 Rp267 tn (+5.1% ytd, +26% yoy)

Singapore: Singtel Catat Laba Bersih Naik 7.7% yoy

Singapore Telecommunications Ltd., (Singtel) perusahaan telekomunikasi terbesar Asia Tenggara mencatatkan laba bersih pertama di lima kuartalnya , dikontribusi dari tingginya laba bersih di India. Laba bersih naik 7.7% jadi S$945.4 juta ($654 juta), atau 5.92 sen Singapore per saham di tiga bulan yang berakhir Juni dari S$878.1 juta atau 5.5 sen di tahun sebelumnya. Laba bersih berasal dari unit wireless luar negeri meliputi India dan Indonesia , yang menghasilkan lebih dari separuh pendapatan SIngtel.

Corporate news

BNBR: Kepemilikan Saham di BUMI Merosot Drastis

Berdasarkan data PT Ficomindo Buana Registar, biro administrasi efek (BAE), BNBR sudah tak lagi menjadi pemegang saham BUMI di atas 5%. Padahal, per Maret09 BNBR masih memiliki 13,67% atau 2,588 miliar saham BUMI . Belum diketahui berapa besar kepemilikan BNBR atas BUMI saat ini, namun investor individu yang miliki saham BUMI tercatat 35.366 investor. Comment: Tidak ada negative issue dari perubahan pencatatan kepemilikan, karena Bakrie memang mengadaikan rata-rata saham BUMI tersebut kepada pihak pemberi pinjaman sehingga saham tersebut berada pasa katodi atau tidak dalam hak BNBR. Saran saya untuk buy on weakness untuk BNBR

TRAM: Menang Tender Rp346 M

TRAM menangi tender pengangkutan minyak mentah senilai Rp346 miliar berjangka waktu lima tahun. Oleh karenanya, perseroan membeli kapal tanker minyak berkapasitas 96.687 DWT seharga Rp150 miliar atau US$50 juta dari Mitsui Ocean Line.

BUDI: Jadwal Pembagian Dividen Interim Rp6

Berikut jadwal pembagian dividen interim BUDI 2009 sebesar Rp6/saham :

Cum date: 3 September09
Ex date: 4 September09
Recording date: 8 September09
Payment date: 15 September09

PGAS: Pemerintah Konversi Piutang jadi Saham

Akhirnya, pemerintah resmi mengonversi piutang menjadi saham PGAS senilai Rp27,73 miliar. Saat ini, pemerintah miliki 13,52 miliar saham (56,45%) dari sebelumnya 54,58%. Comment: aksi ini akan menaikan lembar saham beredar PGAS dan dilusi kecil. Namun saya tidak melihat ini menjadi factor negative. Recomendasi saya masih BUY, dengan TP:Rp4,500.

FREN: Sinar Mas & FREN Jajaki Merger, Akuisisi

Perusahaan telepon Grup Sinar Mas, Smart Telecom disinyalir tengah menjajaki merger atau akuisisi dengan FREN dan Dirut FREN pun membenarkan berita tersebut. Selain Sinar Mas, BTEL pun dikabarkan tengah menjajaki konsolidasi dengan FREN.

ISAT: 4Q09, Akan Terbitkan Obligasi

Presdir ISAT, Harry Sasongko menyatakan ISAT akan menerbitkan obligasi pada 4Q09 guna membiayai obligasi yang jatuh tempo dan capex 2010. Besaran nilai obligasi tengah dievaluasi dan dipreiksikan capex FY10 akan naik 20% dari capex FY08 US$12, miliar.

BBNI: Berencana Terbitkan Obligasi Subordinasi $300 jt, 1Q 2010

BBNI berencana menerbitkan obligasi subordinasi senilai $300 juta pada 1Q-2010 guna menaikkan CAR hingga 15,5% dari saat ini 14%.

(etr/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads