Demikian disampaikan Presiden Direktur META, M Ramdani Basri di sela acara penandatangan MoU yang baru saja dilaksanakan di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (13/8/2009).
"Langkah akuisisi ruas jalan tol ini merupakan salah satu strategi perseroan untuk meningkatkan pertumbuhan kinerja perseroan lewat strategi non organik, di samping cara-cara organik," kata Ramdani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut M. Ramdani Basri, Presiden Direktur META pengambi alihan saham tol W1 merupakan realisasi dari rencana perseroan sebelumnya.
Jika proses akuisisi ini tuntas maka META akan memiliki empat ruas jalan tol. Sebelumnya META telah menjalankan tiga ruas tol. Pertama, ruas jalan tol
Jakarta-Bumi Serpong Damai (BSD) yang dikelola oleh anak usaha perseroan, PT Bintaro Serpong Damai.
Panjang jalur tol BSD adalah 7,25 km. ToI Jakarta-BSD merupakan jenis community toll (tol komunitas), artinya tol yang pengguna utamanya adalah komunitas tertentu, seperti mereka yang tinggal di kawasan BSD. Kedua, ruas tol Bosowa-Makasar yang dijalankan oleh anak perusahaan, PT Bosowa Marga Nusantara. Panjang jalan tol Bosowa-Makassar adalah 5,95 Km.
ToI Bosowa-Makassar merupakan tol jenis Business Strategic (strategi bisnis) karena menghubungkan daerah tertentu dengan tempat bisnis, seperti bandar udara.
Dan ruas tol yang yang ketiga ialah JTSE sepanjang 11,7 km yang baru beroperasi September tahun lalu.
Untuk ekspansi perusahaan memerlukan dana sekitar Rp 560 miliar, yang mana saat ini sedang dalam proses pemenuhan. Khusus proyek jalan tol W1 memerlukan biaya proyek sekitar Rp 2,3 triliun dimana sekitar 65% merupakan pinjaman dari perbankan sedangkan sisanya 35% merupakan equity.
Dengan selesainya pembangunan jalan tol W1 maka tinggal satu ruas jalan tol saja dari proyek JORR yang belum selesai yaitu jalan tol W2.
Dimana ruas jalan tol W2 menghubungkan Ulujami- Kebon Jeruk dengan panjang-sekitar 7 km. Sehingga, apabila kedua ruas jalan tol tersebut sudah dapat beroperasi diharapkan beban lalu lintas di jalan tol dalam kota dapat beralih ke kedua ruas jalan tol tersebut.Melalui akuisisi W1, perseroan menargetkan pendapatan dari ruas ini sebesar Rp 200 miliar per tahun dengan jumlah kendaraan 80-90 ribu unit per hari. (dro/dnl)











































