Menurut Presiden Direktur META Ramdani Basri, perseroan sudah membicarakan hal tersebut dengan beberapa perusahaan yang nantinya akan bergabung dalam holding tersebut.
"Nanti ada sekitar 7 perusahaan. Yang bergerak di infrastruktur jalan tol hanya META, sisanya infrastruktur lain," katanya di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (13/8/2009).
Ia mengatakan, induk usaha tersebut sudah bisa terbentuk sebelum tahun 2009 berakhir, tepatnya di bulan Desember mendatang.
Pada awal terbentuk, ia memperkirakan aset perusahaan tersebut kurang lebih sebesar Rp 4-6 triliun. Dengan beberapa proyek yang dikerjakan bersama, aset tersebut secara bertahap diharapkan dapat meningkat menjadi Rp 15 triliun. "Tapi tidak bisa secepat itu juga, itu target jangka panjang," ujarnya.
Ia menambahkan, hingga kini masih belum diputuskan mengenai perusahaan mana menjadi lead dalam holding company tersebut. "Itu masih dibicarakan, bisa META di atas tapi bisa juga di bawah," ungkapnya.
Tahun depan, emiten berkode META tersebut akan melakukan due diligence terhadap beberapa jalan tol dalam negeri untuk diakuisisi. Menurut Ramdani, proses akuisisi tersebut bisa selesai dalam waktu 1-2 tahun ke depan.
Mengenai pendanaan, pihaknya mengaku tidak akan kesulitan untuk mencari pinjaman. Pasalnya, ia mengaku sejak akhir tahun lalu utang perseroan sudah banyak menurun.
Perseroan juga sudah mengantongi pinjaman dari sindikasi Bank DKI, Bank Mandiri, Bank Panin, dan Bank Bukopin untuk akuisisi tol JORR W1 yang baru saja dilakukan.
(ang/dnl)











































