Demikian diungkapkan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Kamis (13/8/2009).
Pada semester I-2009, Jamsostek meraih pendapatan investasi sebesar Rp 4,298 triliun, naik 30,59% dari periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 3,291 triliun. Peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya aset yang diinvestasikan Jamsostek. Nilai aset investasi Jamsostek pada semester I-2009 sebesar Rp 71,238 triliun, naik 7,81% dari periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 61,756 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Porsi portofolio saham meningkat dari 17,47% menjadi 18,19% di semester I-2009. Begitu pula dengan porsi portofolio deposito berjangka meningkat dari 33,12% menjadi 34,40% di semester I-2009.
Namun kalau dilihat dari segi nilai investasi, hampir seluruh komponen investasi Jamsostek mengalami peningkatan. Investasi di bank sebesar Rp 71,856 miliar, naik 8,75% dari sebelumnya Rp 66,072 miliar. Investasi deposito berjangka sebesar Rp 24,512 triliun, naik 19,82% dari sebelumnya Rp 20,457 triliun.
Investasi di saham sebesar Rp 12,964 triliun, naik 20,12% dari sebelumnya Rp 10,792 triliun. Investasi di obligasi sebesar Rp 33,159 triliun, naik 10,91% dari sebelumnya Rp 29,897 triliun. Investasi di properti sebesar Rp 497,940 miliar, turun 2,33% dari sebelumnya Rp 509,850 miliar. Investasi penyertaan langsung sebesar Rp 32,253 miliar dari sebelumnya Rp 32,254 miliar.
Perolehan laba sebelum bagian peserta atas hasil investasi Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp 3,869 triliun, naik 30,66% dari sebelumnya Rp 2,961 triliun. Pos bagian peserta atas hasil investasi JHT sebesar Rp 3,140 triliun, meningkat tajam 36,28% dari sebelumnya Rp 2,304 triliun.
Akibat peningkatan tersebut, perseroan membukukan pertumbuhan laba tipis di semester I-2009 sebesar 8,68% menjadi Rp 591,378 miliar dari sebelumnya Rp 544,098 miliar.
(dro/dnl)










































