Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Jumat, 14 Agu 2009 09:23 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Saham Commodity Rally setelah Nickel naik 9,5%, katalis sangat positive untuk INCO dan ANTM dengan leverage paling besar INCO. Base Metal seperti Nickel adalah commoditas adalah komoditas paling fluktuative pergerakannya, bear terbesar pada bear market dan rally terbesar pada market rally.

Commoditas metal seperti Nickel masih mengandalkan cerita dari negara berkembang di Asia termasuk China yang menjadi pengerak harga nickel beberapa pekan terakhir ini.

Namun pada sisi yang lain dengan supplai yang mengunung tidak membuat fundamental harga nickel terlihat murah. Menurut saya untuk mengukur perkembangan dan fundamental harga metal Copper adalah leading indikatornya. Saat ini pasar masih memperkirakan harga nickel pada kisaran US$15,000/ton – US$17,000/ton. Sementara saat ini di LME nikel menguat 9,5% nickel sudah pada posisi US$21,150/ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guru Says: "Only when the tide goes out do you discover who's been swimming naked."- Warren Buffett

Dow Jones Investor John Paulson membeli kepemilikan saham perbankan dan Wal-Mart Stores Inc. melaporkan pendapatan di atas estimasi membuat saham US mengalami kenaikan untuk hari kedua. Bank of America Corp. dan Region Financial Corp. rally setelah perusahaan Paulson mengatakan telah membeli sahamnya. Walmart +2.7%, Alcoa Inc. naik setelah harga logam juga naik. Kenaikan paar dibatasi oleh laporan yang menunjukkan penurunan pada penjualan ritel dan klaim pengangguran berada di atas estimasi.

Indeks S&P 500 +0.7% menjadi 1,012.73 dan Dow Jones +0.4% menjadi 9,398.19. Penjualan ritel US -0.1% pada bulan Juli akibat kekhawatiran konsumen akan pendapatan yang stagnan.

Regional Pagi: Perusahaan komoditi memimpin kenaikan saham Jepang setelah harga logam menyentuh level 10 bulan tertinggi. Sumitomo Metal Mining Co. +1.1%, Mitsubishi Corp. +1.9%, sedangkan T&D Holdings Inc. Mengalami penurunan. Indeks Nikkei +0.2% menjadi 10,539.53 dan Topix menjadi 968.78. KOSPI INDEX (+1.67%) 1,590.84  S&P/ASX 200 INDEX (+1.29%) 4,493.20. Straits Times (+1.24%) 2,646.50.

Commodity: Crude Oil (+1.2%) $71.3/barel, Gold (+0.43%) $960.6/oz, Nickel (+9.5%) $21.150/tonne, Tin (+3.2%) $15.100/tonne, CPO (-0.2%) 2,525 RMY.

Economic & Industrial News

Mining: Berau Coal Berpotensi Langgar Klausal Obligasi

PT Berau Coal berpotensi melanggar satu klausal dalam perjanjian penerbitan obligasi dolar jika terjadi perubahan pengendali mayoritas perusahaan batu bara terbesar kelima di Indonesia. Potensi pelangaran klausal perjanjian obligasi senilai US$294 juta terjadi jika Rizal Risjad, pengendali saham Berau, menjual hingga 90% saham perusahaan batu bara.

Corporate News


BUMI: Multicapital Berpotensi Danai Lagi Pembelian Newmont

Anak usaha BUMI, PT Multicapital Indonesia kemungkinan besar akan mendanai lagi Pemda NTB untuk membeli 14% saham divestasi Newmont atas nama pemerintah Indonesia. Namun, Pemda NTB diprediksi tak bisa menguasai seluruh saham, karena pemerintah telah memutuskan akan ikut membeli saham Newmont dengan menggandeng BUMN.

TRAM: Menang Tender Lagi US$114,8 Jt

Kemarin (13/8), TRAM menangi tender penyediaan jasa FSO (floating storage & offloading) dari CNOOC Southeast Sumatera Ltd, perusahaan kontraktor Cina untuk BP Migas senilai US$ 114,8 juta, atau Rp 1,14 triliun. Perseroan akan menyediakan satu unit FSO "MT Lentera Bangsa" berkapasitas 127.575 DWT selama delapan tahun.

IPO: Armadian Tritunggal Berencana IPO Akhir 2009

PT Armadian Tritunggal, induk usaha Berau Coal menyatakan akan IPO pada akhir tahun ini guna menghimpun dana untuk ekspansi produksi batubara. Armadian telah menunjuk PT Bahan Securities sebagai underwriter. Disinyalir Armadian melepas 20% saham dengan target dana Rp2-3 triliun.
 
ELTY: Bidik Ruas Tol Rp5,88 T

ELTY melalui anak usahanya PT Bakrie Toll Road mengincar tender proyek pembangunan jalan tol Sukabumi-Bandung sepanjang 100 km senilai Rp5,88 triliun pada 2010.
 
KAEF: Berpotensi Batal Merger dengan INAF

Kemungkinan besar rencana merger KAEF dan INAF batal. Pasalnya, rencana tersebut belum masuk ke Komite Privatisasi Kementrian Negara BUMN dan tidak ada instruksi dari Menneg BUMN.

BTEL: Pendapatan 1H09 Diprediksi Lampaui 10%

BTEL mengindikasikan pendapatan 1H09 naik lebih dari 10% yoy vs 1H08 Rp938 miliar. Perseroan optimis kinerjanya terus membaik pada tahun ini dan di 2H09 akan tumbuh lebih tinggi lagi.

META: Akuisisi 25% Saham JLB dan Siap Perbesar Saham

META akan mengakuisisi 25% saham PT Jakarta Lingkar Barat Satu (JLB) milik PT Bangun Cipta Sarana senilai Rp 560 miliar. Perseroan menyatakan kesiapannya untuk memperbesar saham JLB hingga 50%. JLB merupakan pengelola Ruas tol Kebon Jeruk-Penjaringan.

KLBF: Resmi Kuasai 83,4% Saham EPMT

Akhirnya, KLBF resmi menguasai 83,4% saham EPMT, seiring tuntasnya tender offer saham EPMT.

ADRO: Direksi Lepas Lagi Saham

Direksi ADRO, Chia Ah Hoo menjual saham ADRO sebanyak 850.000 saham seharga Rp1.300/saham pada 3 Agustus09.

PGAS: September, Mulai Pasok Gas ke PTLGU Cilegon

Tertanggal September09, PGAS akan mulai memasok gas sebanyak 30 bbtud ke PLTGU Cilegon,Banten. Sebelumnya, PLN telah membeli gas dari PGAS seharga US$5,61 per mmbtu.
 


(etr/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads