Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Selasa, 18 Agu 2009 09:49 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Market menunjukan volatilitas tinggi Senin dimana Indonesia libur untuk merayakan hari kemerdekaan. CSI -6% dan Singapore, Nikkei dan HSI -3% pada perdagangan senin kemarin namun pagi ini tekanan jual di regional mereda, Nikkei +0,09%, Kospi +0,4% NZX 50 -0,6% dan STI +0,2%. Investor menjual pada semua sektor saham setelah harga saham melonjak tinggi setelah meeting Fed yang di umumkan rabu kemarin. Yang investor perlu ketahui Statement The Fed bukanlah statement Dunia dan statement dia selalu membutuhkan back-and-forth dari berbagai segi untuk mengklarifikasikannya.     

Being optimist sometime can be fool if no fundamental backed . Sesuai dengan market flash yang saya tulis sebelumnya, market rally terutama pada negara berkembang adalah karena USD melemah terhadap semua mata uang dunia dan ini juga diuntungkan pada harga komoditas pada satu-dua pekan kemarin. Ini sangat volatile dan saya sebelumnya sudah memperkirakan ada mini crash karena pasar forex sangat volatile dan bubble terutama di China akan menjadi alasan tepat untuk investor menjual sahamnya. Namun saya tidak mengatakan China bearish, saya akan membeli saham China tetapi saya tidak akan melompat ke bus yang sedang berjalan kencang.

Saran saya untuk jangka pendek ini adalah hati-hati dengan reversal USD yang bisa merugikan negara berkembang termasuk Indonesia. Ditambah dengan kejenuhan investor untuk menunggu recovery GDP di kuartal tiga dan empat ini.

Guru Says: "I've never bought a stock unless, in my view, it was on sale."- John Neff

Dow Jones Saham US turun dan mendorong S&P 500 mengalami penurunan tertajam dalam enam minggu akibat spekulasi investor bahwa ekonomi tidak mengalami ekspansi yang cukup cepat, sementara saham Asia dan Eropa juga mengalami hal yang sama. Intel Corp. dan International Business Machines Corp. turun sedikitnya 1.4% setelah pertumbuhan ekonomi di Jepang tumbuh di bawah estimasi. JPMorgan Chase & Co. dan Bank of America Corp. -4%. ConocoPhillips turun setelah harga minyak -1.1% dan Lowe's Cos -10%. Indeks S&P 500 -2.4% menjadi 979.73, Dow Jones -2% menjadi 9,135.34 dan Nasdaq - 2.8% menjadi 1,930.84.

Regional Pagi: Banyak saham Jepang turun untuk kedua harinya akibat kekhawatiran akan rally yang terjadi dalam lima bulan terakhir pada saham global membuat harga saham menjadi mahal. Mizuho Financial Group Inc. -2.2%, Softbank Corp. -1.7% setelah rating sahamnya dipangkas oleh Mizuho, Mitsui & Co. -3.2% sementara NGK Spark Plug Co.+4.8% setelah JPMorgan merekomendasikan 'buy' untuk saham tersebut. Indeks Topix -0.2% menjadi 947.57 dan Nikkei 225 berubah menjadi 10.227,64.

Commodity: Harga minyak menguat, menghempaskan penurunan selama dua hari, seiring pelemahan dolar terhadap euro, memicu investor untuk membeli komoditas berdenominasi dolar AS. Harga minyak untuk pengiriman bulan September (+0.9%) $67.38/barel si Nymex. Harga minyak berjangka berada pada $67.32/ barrel pada 8:29 a.m. di Singapura. Kemarin, harga minyak turun jadi $66.75, level terendah sejak 29 Juli. Gold (+0.37%) $939.3/oz, Coal (-2.3%) $74.3/ton, CPO (-3.4%) 2.360RMY

Economic & Industrial news

Economic: 2010, Pajak Kendaraan kena Tarif Progresif

Pemerintah akan menerapkan tarif pajak kendaraan bermotor pribadi secara progresif mulai 2010. Untuk kendaraan pertama, tarif dikenai minimal 1% dan maksimal 2%. Sedangkan Tarif pajak untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedua dan seterusnya ditetapkan secara progresif yaitu paling rendah 2% dan paling tinggi 10%.

Banking: BI Akan Kaji Ulang Aturan Kepemilikan Asing Hingga 99%

BI serius akan mengkaji ulang aturan kepemilikan asing di perbankan nasional hingga 99% yang disarankan oleh IMF. Sebelumnya kepemilikan asing dibatasi hingga 49%. Jika BI menyetujui aturan kepemilikan bank asing yang baru akan diberlakukan pada API (Arsitektur Perbankan Indonesia) yang baru.
 
Economic : 10 sekuritas bukukan transaksi margin Rp 35.9 Triliun

Sebanyak 10 perusahaan sekuritas membukukan transaksi margin tertinggi di BEI dengan total nilai Rp 35.95 triliun yang terdiri atas Rp 17.72 triliun pembelian dan Rp 18.23 triliun penjualan. Total transaksi tersebut dicatatkan pada periode Mei hingga Juli 2009. Ke-10 sekuritas tersebut antara lain : Ciptadana, Philips Securities, Kim Eng securities, Indopremier Securities, Trimegah,dll.
 
Corporate news

BUMI: Kepastian Divestasi Saham Newmont Hingga 27 September

Menkeu menyatakan kepastian divestasi saham Newmont akan menunggu hingga 27 September meskipun pemerintah telah memastikan akan membeli 14% saham NNT jatah penjualan 2008 dan 2009. Pemerintah dan manajemen Newmont menyepakati harga 100% saham adalah US$3.52 miliar, artinya untuk memiliki 14% saham pemerintah haru menyiapkan dana US$493,6 juta. Pemda NTB yang menggandeng PT Multicapital milik Grup Bakrie juga mengincar saham itu.
 
ADRO : Penjualan batu bara turun 11%

Volume penjualan batu bara ADRO selam semester I-2009 turun 11% menjadi 17.83 juta metrik ton. Turunnya volume penjualan dipengaruhi oleh memburuknya kondisi perekonomian AS, Eropa dan beberapa negara Asia lainnya. ADRO tetap menargetkan volume produksi sebesar 42-25 juta MT hingga akhir 2009.
 
DGIK : Incar proyek Rp 510 Miliar

DGIK sedang mengincar tiga proyek konstruksi baru senilai Rp 510 miliar. Pemengang tender proyek yang tersebar di sejumlah daerah itu rencananya diumumkan September mendatang. Hingga kini DGIK masih tercatat sebagai penawar terendah untuk proyek ini.
JSMR : Lepas anak usaha

Jasa Marga segera merealisasikan pelepasan anak usaha dengan kepemilikan minoritas mulai akhir tahun ini. ana yang diperoleh akan digunakan untuk tambahan akuisisi ruas jalan tol yang diincar perseroan.
 
JSMR: Akhir Agustus, Tarif 11 Ruas Tol Naik 15%

Pemerintah hampir pasti menyetujui rencana JSMR menaikkan tarif tol, dan tidak sampai sebulan lagi tarif 11 ruas jalan tol tersebut akan naik 15%. Kenaikan 15% tersebut sudah menghitung indeks rasio konsumen dan inflasi. Kenaikan tarif diharapkan tidak menimbulkan polemik apalagi ini merupakan kebijakan rutin setiap dua tahun. Dengan adanya kenaikan ini JSMR berharap pendapatan dapat menembus Rp 3,7 triliun.
 

LSIP : Lonsum raup Rp 26 Miliar

London Sumatra meraup dana sebesar Rp25.81 miliar yang berasal dari penjualan saham sebanyak 350.000 saham. Saham yang dijual kembali tersebut merupakan saham yang telah dibeli kembali.
 

LSIP: Refinancing Utang US$ 72,83 Juta

LSIP melakukan refinancing utang sebesar US$ 72,83 juta ke BCA Club Deal guna mengendurkan beban utang. LSIP membiayai lagi utang itu dengan pinjaman utang berasal dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dan DBS Bank Ltd sebesar US$ 45 juta. LSIP juga mendapat utang dari CIMB Bank Berhad sejumlah US$ 30 juta.
 
MEDC: Butuh US$ 37,5 Juta untuk Blok Lybia di 2009

MEDC masih menyiapkan produksi sumber minyak di blok 47 Lybia yang saat ini tengah dalam proses pengeboran. Tahun ini, aktivitas pengeboran akan menghabiskan dana US$ 75 juta (Rp 742,50 miliar). Namun, pembiayaan itu tidak ditanggung sendiri karena 50% saham di Blok Lybia dimiliki oleh Verenex Energy Inc, perusahaan asal Kanada.
 
Earnings Watch

TKIM : Laba Tjiwi Kimia anjlok

Kinerja semester I TKIM turun 56.33% untuk laba bersih menjadi US$16.39 juta. Turunnya laba tersebut diakibatkan karena penurunan penjualan sebesar 22.62%. Laba usaha TKIM turun 55.41% menjadi US$32.71.
 
INKP : Indah Kiat rugi usaha

Indah Kiat membukukan rugi bersih US$ 88.86 juta, kondisi ini disebabkan oleh penjulan perseroan yang menurun. Selama semester I, INKP mencatat penjualan sebesar US$ 786.88 juta dengan total kewajiban sebesar US$3.7 juta.

(etr/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads