Penurunan IHSG terjadi seiring penurunan bursa-bursa regional kemarin. Investor melakukan penyesuaian, karena Bursa Efek Indonesia kemarin libur memperingati kemerdekaan.
Saham-saham komoditas dan perkebunan yang sebelumnya menjadi motor kenaikan IHSG akhirnya ikut terpuruk menyusul koreksi atas harga-harga komoditas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian bursa regional sudah mencatat rebound, seperti Indeks Nikkei-225 menutup sesi I dengan penguatan tipis 38,80 poin (0,38%) ke level 10.3707,41. Namun indeks Komposit Shanghai masih melemah 30,58 poin (1,07%) ke level 2.840,05, indeks Hang Seng juga masih melemah 61,99 poin (0,31%) ke level 20.075,66.
Perdagangan di seluruh pasar cukup ramai, dengan frekuensi transaksi sebesar 65.623 kali pada volume 4.682 juta lembar saham senilai Rp 3,838 triliun. Sebanyak 17 saham naik, 185 saham turun dan 20 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.550 menjadi Rp 28.300, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.250 menjadi Rp 23.550, United Tractor (UNTR) turun Rp 750 menjadi Rp 12.150, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 200 menjadi Rp 2.025, BRI (BBRI) turun Rp 400 menjadi Rp 6.850, PTBA turun Rp 550 menjadi Rp 12.900, Telkom (TLKM) turun Rp 250 menjadi Rp 8.450, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 1.500 menjadi Rp 21.500.
Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain Unilever (UNVR) naik Rp 150 menjadi Rp 10.950, BTPN naik Rp 25 menjadi Rp 2.425, Mayora (MYOR) naik Rp 25 menjadi Rp 2.350, Ace Hardware (ASEC) naik Rp 10 menjadi Rp 1.080, Petrosea (PTRO) naik Rp 50 menjadi Rp 10.300.
(qom/qom)











































