Indonesia Recovery Caplok Signature Capital

Indonesia Recovery Caplok Signature Capital

- detikFinance
Kamis, 20 Agu 2009 08:16 WIB
Indonesia Recovery Caplok Signature Capital
Jakarta - PT Indonesia Recovery Fund telah mengambil alih i90% saham PT Signature Capital Indonesia (SCI) senilai Rp 30 miliar pada Juli 2009. Perseroan membeli 90% saham PT Signature Asia dan sisanya 10% masih dimiliki PT Jasa Raharja dan Koperasi Jasa Raharja.

"Transaksi jual beli dengan pemegang saham saham SCI sudah dilaksanakan pada Juli lalu. Kami sedang mengajukan izin akuisisi kepada Bapepam-LK. Kami berharap, proses akuisisi SCI bisa rampung dalam tiga bulan mendatang, termasuk pergantian jajaran komisaris dan direksi baru," kata Direktur Utama Indonesia Recovery Fund, Bambang Satrio dalam siaran persnya, Rabu (19/8/2009).

Komposisi pemegang saham SCI adalah PT Signature Asia, PT Jasa Raharja dan Koperasi Jasa Raharja. Sedangkan pemegang saham Signature Asia adalah PT Sakti Persada Raya dan Signature Asia.

Bursa Efek Indonesia telah menghentikan sementara (suspensi) aktivitas perantara perdagangan saham SCI lantaran diduga terkait dalam rantai kasus penipuan reksadana palsu PT Antaboga Delta Sekuritas yang dipasarkan PT Bank Century Tbk (BCIC). SCI juga masih memiliki kewajiban repo kepada sejumlah nasabahnya.

"Kewajiban sebesar Rp 125 miliar ke puluhan nasabah ritel SCI akan dilunasi dengan cara menjadwal ulang kembali," ujar Bambang.

Indonesia Recovery Fund selama ini bergerak dalam bisnis properti dan pertambangan.

Jajaki Merger

Setelah proses akuisisi rampung, lanjut Bambang, SCI akan berganti mana menjadi PT Garuda Capital dan tetap menggeluti jasa broker dan underwriting .

"Di samping berganti nama, kami berencana menggabungkan SCI dengan salah satu perusahaan sekuritas yang masih aktif saat ini. Dengan begitu, total asetnya akan meningkat menjadi Rp 300 miliar setelah merger," ujarnya.

Aset perusahaan sekuritas yang akan merger dengan SCI tercatat sekitar Rp 175 miliar. Merger dilakukan guna mengantisipasi ketatnya persaingan bisnis jasa broker dan underwriting di Indonesia. Namun, dia yakin, prospek bisnis jasa broker dan underwriting masih cukup menarik ke depan.

"Hal itulah yang mendorong kami tertarik mengambil alih SCI,” kata Bambang.

Bambang mengatakan, pihaknya mulai aktif mengembangkan perdagangan saham secara online ke depan dan membuka beberapa kantor cabang. Kini, SCI belum memiliki kantor cabang.

"Kebetulan, perusahaan sekuritas yang ingin merger dengan SCI belum memiliki kantor cabang. Jadi, kami menilai, lebih baik pembukaan kantor cabang dan transaksi perdagangan online dikembangkan secara bersama-sama," tutur dia. (dro/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads