Dalam waktu dekat diperkirakan harga saham BBNI bakal menembus level Rp 2.050 per saham. Pelepasan 3,1% greenshoe di depan mata.
Pada perdagangan hari ini, UBS melakukan pembelian bersih (tanpa penjualan) saham BBNI sebanyak 40.836 lot atau 20,418 juta saham (0,13%) dengan harga rata-rata pembelian sebesar Rp 1.960,56 per saham. Total nilai pembelian ini sebesar Rp 40,030 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut analis PT BNI Securities Muhammad Alfatih, jika tren optimistis cukup kuat, kemungkinan saham BBNI menembus level Rp 2.050 cukup positif dicapai.
"Kalau melihat dari analisis teknikal, saham BBNI saat inin dalam kondisi higher high dan higher low atau disebut uptrend. Ini berarti baik penjual maupun pembeli sama-sama optimis terhadap saham BBNI," jelasnya saat dihubungi detikFinance, Kamis (20/8/2009).
Kendati demikian, Alfatih melihat resistance saham BBNI di level Rp 2.000 cukup kuat. Untuk menembus level Rp 2.050, resistance Rp 2.000 harus bisa ditembus dengan volume yang cukup.
"Selama ini resistance di Rp 2.000 cukup kuat. Kalau ini dapat ditembus dengan volume yang cukup, kemungkinan menembus Rp 2.050 akan kuat," ujarnya.
Pada 13 Agustus 2007, BBNI melepas 3,95 miliar saham di harga Rp 2.050. Saham yang dilepas terdiri atas 1,99 miliar saham baru hasil rights issue dan 1,5 miliar saham milik pemerintah. Ketika itu ditetapkan BBNI masih memiliki opsi melepas 473,89 juta saham (3,1%) green shoe ke publik.
Namun realisasi pelepasan saham green shoe tersebut belum dapat dieksekusi lantaran pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas perseroan menghendaki pelepasan 3% saham green shoe di harga Rp 2.050, level yang sama dengan harga Secondary Public Offering (SPO).
"Pada saat SPO, banyak investor yang membeli di harga Rp 2.050. Ini juga bisa menjadi resistance tersendiri. Karena dua tahun mereka menunggu saham BBNI kembali ke level Rp 2.050 bisa memberikan tekanan jual," ujar Alfatih.
Meski begitu, Alfatih melanjutkan, jika tekanan jual mampu dihadapi dengan dorongan beli, maka harga saham BBNI berpeluang menembus Rp 2.100.
"Jika Rp 2.100 terlampaui, maka batas atas selanjutnya Rp 2.250," ujarnya.
Nah, jika sukes menembus level Rp 2.050, maka pelepasan 3,1% green shoe BBNI tinggal selangkah menuju eksekusi.
Menurut Direktur Keuangan BBNI Yap Tjay Soen pekan lalu, perseroan telah melakukan pembahasan dengan Menneg BUMN Sofyan Djalil soal pelepasan greenshoe. Persetujuan pelepasan green shoe sangat bergantung pada keputusan Menneg BUMN.
(dro/qom)











































