IHSG berhasil keluar dari tekanan pada menit-menit akhir perdagangan. IHSG pada akhir ini bergerak sangat bergejolak, dimulai dengan positif selanjutnya melemah hingga akhirnya ditutup menguat lagi.
Pada perdagangan Jumat (21/9/2009), IHSG akhirnya ditutup menguat 5,258 poin (0,23%) ke level 2.333,897. Indeks LQ 45 juga menguat 1,508 poin (0,33%) ke level 455,668. IHSG hari ini berada di titik terendahnya di 2.313,769 poin dan tertinggi di 2.346,835.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan bursa regional yang cukup bervariasi dan bergejolak menghambat laju IHSG di akhir pekan ini. Penguatan bursa China ternyata tidak mampu mengangkat bursa regional.
- Indeks KOSPI naik tipis 4,59 poin (0,3%) ke level 1.580,98.
- Indeks Hang Seng melemah 129,84 poin (0,64%) ke level 20.199,02.
- Indeks Komposit Shanghai naik 49,19 poin (1,69%) ke level 2.960,77.
- Indeks S&P/ASX turun 86,9 poin (1,99%) ke level 4.290,6.
- Indeks Nikkei-225 melemah 145,21 poin (1,40%) ke level 10.238,20.
Perdagangan di seluruh pasar sangat pelan dan tipis. Total frekuensi hanya 84.315 kali pada volume 3.647 juta lembar saha senilai Rp 3.653 triliun. Sebanyak 84 saham naik, 104 saham turun dan 65 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indah Kiat (INKP) naik Rp 150 menjadi Rp 1.900, Barito Pacific (BRPT) naik Rp 10 menjadi Rp 1.640, United Tractor (UNTR) naik Rp 50 menjadi Rp 13.000, PGN (PGAS) naik Rp 25 menjadi Rp 3.325, London Sumatera Indonesia (LSIP) naik Rp 100 menjadi Rp 7.600.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top gainer antara lain Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 2.975, Citra Marga Nusaphala (CMNP) turun Rp 130 menjadi Rp 1.030, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 25 menjadi Rp 2.425, Mitra Rajasai (MIRA) turun Rp 10 menjadi Rp 500, Adaro (ADRO) turun Rp 20 menjadi Rp 1.390, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 menjadi Rp 23.850, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 100 menjadi Rp 21.100.
(qom/qom)











































