Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Senin, 24 Agu 2009 09:34 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Perekonomian global akan segera keluar dari krisis terburuk yang dialaminya sejak perang dunia kedua sebagaimana rendahnya tingkat suku bunga dan triliunan dolar stimulus fiscal yang memacu permintaan.

Penjualan rumah US melonjak ke level tertinggi pada bulan Juli sejak Agustus 2007 lalu dan industri jasa Jerman mulai berkembang pada bulan ini dan perekonomian Jepang tumbuh untuk pertama kalinya dalam lima kuartal. Pasar perumahan US yang menjadi penyebab terjadinya resesi menunjukkan adanya perbaikan setelah mengalami penurunan selam empat tahun.

Saham US mengalami kenaikan untuk hari keempat dan membawa indeks S&P 500 menuju level tertingginya sejak Oktober. Indeks S&P +1.9% (1,026.13) dan Dow Jones +1.67% (9,505.96).

Regional Pagi: Saham Jepang bergerak rally di awal sesi setelah menguatan Wall Street, dengan saham otomobil dan properti memimpin penguatan. Nikkei 225 (+2.4%) 10,479.59, Topix Index (+2.2%) 967.80. Honda Motor Co. (+3.2%) dan Isuzu Motors (+5%), Sumitomo Realty & Development Co. (+2.3%) KOSPI INDEX (+1.61%) 1,606.40. S&P/ASX 200 INDEX (+2.72%) 4,407.50. Straits Times (+1.89%) 2,592.96.

Commodity: Harga minyak diperdagangkan mendekati level 10 blan tertinggi dengan spekulasi bahwa permintaan akan meningkat seiring ekonomi global akan pulih kembali dari resesi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga minyak untuk pengiriman bulan Oktober (+0.5%) $74.24/barel di Nymex. Harga telah naik 1.3% jadi $73.89/barel pada 21 Agustus, penguatan tertinggi sejak 10 bulan terakhir, seiring tingginya harga ekuitas memicu investor dan pelemahan dolar meningkatkan permintaan komoditas.

Crude Oil (+0.6%) $74.3/barel, Gold (+0.08%) $955.5/oz, Coal (-3%) $72/ton,Nickel (+1.3%) $19.495/ton, Tin (-0.4%) $13.950/ton, CPO (+1.7%) 2.378 RMY

Economic & Industrial news

Economic: Tahun Depan, Pemerintah Bidik Utang Rp 1 Triliun

Dalam RAPBN 2010, pemerintah berniat menggaet utang dalam negeri sebesar Rp 1 triliun. Utang tersebut akan digunakan untuk membiayai kegiatan kementerian/lembaga (K/L), Pemda, dan kegiatan BUMN, ataupun untuk kegiatan investasi yang menghasilkan penerimaan negara. Utang tersebut dapat berasal dari BUMN, termasuk perbankan pelat merah atau BUMD.

Banking: 56 Bank Turunkan Suku Bunga

Sebanyak 56 bank mengikuti aksi 14 bank memangkas suku bunga deposito untuk meredakan persaingan tidak sehat. Ke-56 bank tersebut terdiri dari 30 bank yang tergabung dalam forum bank kecil dan 26 bank anggota Asosiasi Bank Daerah (Asbanda).
 
Mining: ANTM, INDY, dan ADRO Bersaing Kuasai Aset BHP

ANTM, INDY, dan ADRO bersaing ketat untuk mengambil alih aset BHP Billiton Ltd senilai US$500juta di Kalteng. tender terbuka dilaksanakan setelah UBS Securities ditunjuk menjadi konsultan. Harga keseluruhan aset diperkirakan berkisar US$400-500juta.
 
Corporate news

TMPI: Jual 51,31% Saham Anak Usaha

TMPI segera menjual 51,31% saham anak usahanya, PT JCL Indonesia kepada PT Madari Eka Pratama, terkait berubahnya pola operasi dan usaha JCL Indonesia yang ingin fokus pada perdagangan elektronik.
 
BUMI: Tawar Saham Herald Resources A$0,70/Saham, Butuh Rp170 M

BUMI melalui anak usahanya Calipso Investments Pte. Ltd akan menawar lagi pembelian sisa 15,8% saham erald Resources Ltd. senilai A$0,70/saham. Harga tersebut merupakan 75% premium harga penutupan Herald pada 20 Agust09 sebesar 40 sen Australia Penawaran akan diajukan dalam satu bulan dan dapat diperjangang.

Oleh karenanya, perseroan harus menganggarkan dana sebesar Rp170,94 miliar. Sementara itu, Manajemen Herald menghimbau kepada pemegang sahamnya agar tidak  mengambil tindakan apapun sebelum memerinci penawaran tersebut oleh direktur independen dalam beberapa pekan mendatang.
 
DOID: Akuisisi Buma, Cari Utang

Selain menggunakan kas internal, DOID juga akan mencari pinjaman guna mengakuisisi 99,99% saham PT Bukit akmur Mandiri Utama senilai US$550 juta atau Rp5,5 triliun. Penjualan tersebut ditargetkan rampung 4Q09.
                         
BRPT : Cari Mitra Strategis, Roadshow ke HongKong

BRPT mencari mitra strategis guna mengembangkan bisnisnya tahun ini, seiring mulai pulihnya petrokimia alam negeri terkait naiknya permintaan produk. Perseroan segera roadshow ke HongKong pada 25-28 Agustus09.

Perseroan optimis akan mencatatkan keuntungan di 2009. Sementara itu, perseroan memastikan akan merealisasikan akuisisi PT Star Energy Mining pada tahun ini.
 
TOTL: 8M09 Raup Proyek Rp950 M

Hingga Agustus09, TOTL membukukan proyek sebesar Rp950 miliar atau naik Rp200 miliar dari 1H09 Rp750 iliar. Tambahan proyek tersebut dari pembangunan RS dan mal di Jakarta masing-masing Rp100 miliar berjangka waktu 1,5 tahun.
 
ITMG: Siapkan US$ 260 Juta untuk Akuisisi Tambang

Tahun ini, ITMG berambisi mengakuisisi tambang batu bara dengan menyiapkan dana US$ 260 juta atau sekitar p 2,6 triliun. Pendanaan berasal dari kas internal. Saat ini, ITMG masih dalam proses penjajakan dengan beberapa perusahaan tambang batu bara yang menjadi target mereka, yakni yang berlokasi di Kalimantan.
 
UNSP: Jajaki Obligasi dan Utang Bank

UNSP menjajaki pinjaman bank atau obligasi konversi guna memenuhi kewajiban anak usahanya Agri Resources te Ltd yang berjatuh tempo pada 2012 senilai US$150 juta. Sementara itu, perseroan memiliki hak untuk menambah kepemilikannya di Agri Resources hingga 2013 jadi 100% dari saat ini 52% saham.
 
EXCL: Tetapkan Porsi Saham dan Obligasi Bulan depan

Bulan depan, EXCL akan menetapkan porsi saham dan obligasi wajib tukar (mandatory convertible notes/MCN) terkait rights issue pada medio September09 seiring pelaksanaannya ditargetkan pada 4Q09.
 
LSIP: Raup Rp32,27 M

Hingga 20 Agustus09, LSIP meraup Rp32,27 miliar dari penjualan kembali saham treasury stock sebanyak 4,57 juta saham dengan harga Rp6.550-Rp8.000/saham.
 
IPO: Saptaindra Siapkan Kembali IPO

PT Saptaindra Sejati, kontraktor pertambangan batubara, anak usahan ADRO ditenggarai tengah menyiapkan rencana IPO kembali setelah tertunda selama dua tahun. Kabarnya, kick-off meeting Saptaindra dan underwriternya yakni Danareksa Sekuritas dan BNP Paribas Securities telah dilakukan pekan lalu.
 
BMRI: Gagal Menjadi Dua Aset Properti di Bandung

BMRI kembali gagal menjual dua aset agunan milik debitur macet (default) milik PT Anugrah Lingkar Selatan, pada hari Jumat kemarin disebabkan tidak ada calon pembeli yang menyetor dana.

Aset yang akan dijual adalah Mall Linkar Selatan (Mollis) dan Hotel bintang 3 Ibis Mollis senilai total Rp490 miliar berdasarkan NJOP. Sebelumnya BMRI gagal melelang aset PT Suba Indah Rp325 miliar, perkebunan kelapa sawit PT Benua Indah Rp247 miliar.

(etr/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads