"Langkah ini merupakan langkah strategis untuk ekspansi internasional dan meraih peluang kontrak di Brunei. Dengan adanya mitra lokal kami optimis di masa mendatang Amasjaya akan memberikan kontribusi yang signifikan," ujar Corporate Secretary DGIK, Djohan Halim di hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (24/8/2009).
Nilai portofolio proyek infrastruktur di Brunei dalam 5 tahun ke depan mencapai US$ 6 miliar. Ia mengatakan dengan dukungan dari DGIK, Amasjaya akan bisa memperoleh bagian dalam proyek tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan, saat ini Amasjaya masih mengikuti beberapa tender yang diperkirakan akan selesai pada November 2009.
"Menurut kami tahun ini belum ada kontribusi yang signifikan. Pada 2011 kami targetkan Amasjaya menyumbangkan pendapatan Rp 500 miliar," pungkasnya.
(dro/dnl)











































