"IPO Armadian masih dalam proses, saat ini persentase saham yang akan dilepas sekitar 20%," ujar Direktur Investment Banking PT Bahana Securities, Eko Yuliantoro saat dihubungi detikFinance, Senin (24/8/2009).
Bahana merupakan penjamin emisi IPO Armadian. Menurut Eko, besaran dana yang ditargetkan akan diperoleh masih dalam pembahasan Bahana dengan manajemen Armadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana IPO Armadian merupakan perubahan rencana atas rencana IPO PT Berau Coal. Armadian merupakan pemegang 51% saham Berau.
"Berau tidak bisa IPO karena alasan teknis yang berbenturan dengan regulasi. Oleh sebab itu, rencana diubah menjadi IPO Armadian, induk Berau," ujar Direktur Utama Berau, Bob Kamandanu.
Bob belum dapat memberikan target dana perolehan IPO Armadian. Namun ia mengatakan bahwa sebagian besar dana perolehan akan dikucurkan untuk ekspansi Berau.
"Sebagian besar dana akan digunakan untuk mengembangkan Berau. Targetnya, kapasitas produksi Berau akan ditambah menjadi 20 juta ton," ujarnya.
Produksi batu bara Berau Coal tahun ini ditargetkan sebesar 15 juta ton, dengan kandungan energi antara 5.000-6.000 kilo kalori per ton. Batu bara Berau dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan pasar internasional seperti Cile, China, Hong Kong, India, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.
Bob memperkirakan, Berau bisa meraih laba bersih 2009 di atas US$ 150 juta, meningkat dibandingkan dengan kalau realisasi tahun lalu US$ 80 juta. Menurut dia, hal itu juga didorong oleh faktor volume penjualan dan harga. (dro/dnl)










































