Mobile 8 Jajaki Terbitkan Saham Baru Rp 500 Miliar

Mobile 8 Jajaki Terbitkan Saham Baru Rp 500 Miliar

- detikFinance
Rabu, 26 Agu 2009 17:38 WIB
Mobile 8 Jajaki Terbitkan Saham Baru Rp 500 Miliar
Jakarta - PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) sedang menjajaki penerbitan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) senilai Rp 500 miliar. Saham baru ini akan digunakan untuk mengkonversi utang-utang perseroan (debt to equity swap ).

"Kami berencana menerbitkan saham baru tanpa HMETD," ujar Corporate Secretary FREN, Chris Taufik saat dihubungi detikFinance , Rabu (26/8/2009).

Chris mengatakan, saham baru yang akan diterbitkan ini khusus ditawarkan kepada kreditur-kreditur perseroan. Perseroan berencana mengkonversi sejumlah utang menjadi saham.

"Istilahnya debt to equity swap . Jadi penerbitan saham baru ini untuk restrukturisasi utang," ujarnya.

Namun Chris belum dapat memastikan berapa persen saham yang akan diterbitkan dan dikonversi untuk membayar sebagian utang perseroan. Perseroan berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 September 2009 untuk meminta persetujuan pemegang saham.

"Besaran pastinya masih dalam negosiasi dengan kreditur-kreditur kita. Tapi mungkin sekitar Rp 500 miliar, sekitar itu," ujarnya.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan semester I-2009, total nilai utang dan utang obligasi perseroan mencapai Rp 2,807 triliun. Namun menurut Chris, perseroan tidak mungkin mengkonversi seluruh utang tersebut menjadi saham.

"Kalau semua dikonversi, semua pemegang saham yang ada saat ini akan terdilusi. Jadi tidak akan seluruh utang dikonversi," jelasnya.

Bakrie Telecom Akuisisi Mobile 8


Menurut kabar yang beredar di kalangan pelaku pasar, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) akan mengakuisisi FREN yang kemudian akan dilanjutkan dengan merger. Kabarnya, terkait merger tersebut, saham BTEL akan dihargai Rp 220 per saham dan FREN akan dihargai Rp 66 per saham.

Spekulasi lain mencoba mengkaitkan rencana penerbitan saham baru FREN dengan rencana masuknya BTEL ke dalam struktur pemegang saham FREN. Namun ketika dikonfirmasi, Direktur Keuangan BTEL Jastiro Abi enggan berkomentar lebih jauh.

"Nanti saja ya," ujar Abi.

Chris juga mengaku belum mengetahui kabar tersebut. "Kalau soal itu saya belum tahu, tapi mungkin saja itu terjadi di tingkat pemegang saham," ujarnya.

(dro/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads