Pada perdagangan Rabu (26/8/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 4,23 poin (0,04%) ke level 9.543,52. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 0,12 poin (0,01%) ke level 1.028,12 dan Nasdaq menguat 0,20 poin (0,01%) ke level 2.024,43.
"Ini adalah hari yang mengantuk di Wall Street. Para pialang sepertinya kehilangan momentum setelah kenaikan besar dan mereka akhirnya mengambil nafas," ujar Fred Dickson, analis dari DA Davidson & co, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (27/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Redupnya Wall Street juga terjadi meski data penjualan rumah sangat menguat. Selama Juli, penjualan rumah baru mencatat kenaikan tercepat dalam 10 bulan terakhir. Namun menurut investor, data ini tidak terlalu menggairahkan pasar karena telah difaktorkan.
Sementara Departemen Perdagangan melaporkan, pemesanan baru untuk barang-barang manufaktur tahan lama naik sebesar 4,9% selama Juli, melebihi ekspektasi investor.
Saham-saham sektor industri merosot setelah China menyatakan akan mengambil langkah untuk meredam kapasitas berlebihan pada industri baja dan semennya.
Volume perdagangan juga sangat tipis, di New Yorks Stock Exchange hanya sebesar 1,02 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi juga hanya 2,09 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
Harga Minyak Surut Lagi
Sementara harga minyak mentah dunia tercatat kembali turun setelah data cadangan minyak mentah yang mengejutkan di AS.
Kontrak utama minyak light sweet pengiriman Oktober turun 62 sen menjadi US$ 71,43 per brel. Sementara minyak Brent pengiriman Oktober turun 17 sen menjadi US$ 71,65 per barel.
(qom/qom)











































