Pada perdagangan Kamis (27/8/2009), rupiah dibuka menguat ke 10.005 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 10.085 per dolar AS.
Sementara dolar AS bergerak menguat atas mayoritas mata uang global oleh ekspektasi prospek pemulihan ekonomi AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data dari AS menunjukkan angka penjualan rumah baru sudah menguat, demikian pula order dari barang-barang tahan lama. Namun data itu gagal memberikan gairah yang besar di pasar.
David Song, analis dari Forex Capital Markets menjelaskan, investor kini sedang menunggu data PDB AS untuk kuartal II yang diperkirakan melemah dengan kontraksi ke 1,5%.
"Melemahnya belanja sektor swasta mungkin akan terus menggelayuti pasar valas karena para pembuat kebijakan melihat risiko untuk pemulihan yang lebih lambat," ujar Song seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































