Mengawali perdagangan pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak menguat signifikan mengikuti hingar bingar bursa regional. Pada perdagangan Senin, 24 Agustus, IHSG ditutup menguat hingga 41,977 poin (1,80%) ke level 2.375,874.
Namun setelah penguatan itu, IHSG terus meredup. Gairah di bursa regional sama sekali tidak diikuti dengan antusias oleh investor di pasar saham. Baru setelah memasuki akhir pekan, IHSG berhasil menguat cukup signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham perbankan cukup menyita perhatian investor, setelah 14 bank sepakat untuk melakukan penyesuaian suku bunga. Kesepakatan itu diharapkan bisa mengurangi perang suku bunga, sehingga menekan cost of fund perbankan.
Selama pekan lalu, saham PT Delta Dunia Petroindo Tbk (DOID) juga menjadi bintang. Bahkan saham DOID sempat menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan setelah Bumi Resources (BUMI) menyusul kabar perseroan akan mengakuisisi 99,99% saham PT Bumi Makmur Mandiri Utama atau yang lebih dikenal dengan nama Buma. BEI sendiri akhirnya memasukkan saham DOID dalam kategori Unusual Market Activity. Saham DOID pada akhir pekan lalu turun Rp 100 menjadi Rp 2.000.
Sementara Wall Street menutup akhir pekan dengan koreksi tipis. Pada perdagangan Jumat (28/8/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup turun 36,43 poin (0,38%) ke level 9.544,20. Indeks S&P 500 turun 2,05 poin (0,2-%) ke level 1.028,93 dan Nasdaq menguat tipis 1,04 poin (0,05%) ke level 2.-28,77. Sepanjang pekan lalu, Dow Jones naik 0,4%, S&P 500 naik 0,3% dan Nasdaq menguat 0,4%.
Bagaimana dengan pekan ini?
Gerak IHSG tampaknya masih dibayangi oleh gerak bursa-bursa global. Selain itu, investor akan mendalami angka inflasi yang akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik pada Selasa, 1 September 2009.
Agenda penting lainnya adalah Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang akan dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2009. Investor akan menunggu apakah BI akan melanjutkan penurunan BI Rate yang kini di level 6,5% atau tidak.
Selain sejumlah sentimen lokal tersebut, investor juga akan terus mencermati gerak nilai tukar rupiah yang belum juga bisa beranjak jauh dari level 10.000 per dolar AS. Termasuk harga minyak mentah dunia yang sempat melambung lagi ke titik tertingginya dalam 11 bulan terakhir.
Laporan keuangan emiten-emiten besar seperti Bakrie Grup dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) juga akan dirilis pada pekan depan. Hal itu diharapkan bisa menjadi sumber energi untuk pergerakan IHSG lebih lanjut.
IHSG diprediksi masih akan bergerak pada kisaran terbatas ke arah penguatan dengan volume transaksi yang tidak terlalu besar. Investor diprediksi baru akan meramaikan lagi kancah perdagangan saham setelah bulan puasa. Selama bulan puasa, sebagian investor memilih untuk melakukan konsolidasi.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Optima Sekuritas:
Indeks berhasil rebound 21 poin ke level 2.377 di dorong sektor properti dan keuangan sebagai antisipasi keluarnya data inflasi bulan Agustus. Namun demikian nilai transaksi masih tipis menandakan investor masih belum agresif masuk ke bursa. Sentimen yang mempengaruhi pasar selanjutnya akan datang dari rilis laporan keuangan seperti dari Grup Bakrie dan PGAS. Indeks diperkirakan bergerak di level 2.360-2.390.
(qom/qom)











































