Demikian disampaikan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Senin (31/8/2009).
BEI membukukan pendapatan semester I-2009 sebesar Rp 239,418 miliar, turun 34,08% dari periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 363,235 miliar. Penurunan terutama disebabkan anjloknya perolehan dari jasa transaksi dan jasa kliring.
Jasa transaksi efek sepanjang semester I-2009 sebesar Rp 151,102 miliar, turun 36,41% dari sebelumnya Rp 237,653 miliar. Jasa kliring turun 36,35% menjadi Rp 75,202 miliar dari sebelumnya Rp 118,163 miliar.
Beban usaha berhasil ditekan 21,60% menjadi Rp 105,258 miliar dari sebelumnya Rp 134,259 miliar. Penurunan beban usaha terutama efisiensi yang dilakukan BEI dengan mengurangi porsi gaji dan tunjangan karyawan sebesar 36,21% menjadi Rp 52,491 miliar dari sebelumnya Rp 82,288 miliar.
Kendati demikian, laba usaha masih tumbuh negatif sebesar 41,40% menjadi Rp 134,160 miliar dari sebelumnya Rp 228,975 miliar. Namun pada pos lain-lain BEI berhasil membukukan penghasilan sebesar Rp 96,948 miliar, naik 236,77% dari sebelumnya Rp 28,787 miliar.
Peningkatan terutama didorong oleh perolehan laba belum teralisasi atas kenaikan nilai wajar reksa dana yang dibukukan sebesar Rp 40,731 miliar. Pada semester I-2008, BEI membukukan kerugian belum terealisasi atas penurunan nilai wajar reksa dana sebesar minus Rp 11,799 miliar.
Perolehan angka Rp 40,731 miliar itu pun berhasil mengangkat laba bersih BEI menjadi sebesar Rp 183,776 miliar, naik tipis 3,37% dari sebelumnya Rp 177,77 miliar.
Aset BEI juga mengalami penurunan sebesar 21,53% menjadi Rp 2,696 triliun dari sebelumnya Rp 3,436 triliun.
(dro/dnl)











































