Dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut adalah PT Kereta Api (PTKA) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
"Saya dengar juga anak perusahaan KS (PT Krakatau Steel)ada juga yang nyangkut di Optima," kata Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selatan (31/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sedang mencari informasi," ungkapnya.
Sementara untuk dana milik PTKA, Kementerian Negara BUMN sudah melakukan upaya pengusutan melalui Kejaksaan Agung, terutama lewat Pengadilan Tata Usaha.
"Yang penting saya tahu KA ada dana disana dan kita minta mereka segera menyelesaikannya," imbuhnya.
Saat ini, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sedang melakukan pemeriksaan terhadap transaksi yang dilakukan oleh Optima Kharya Capital.
(ang/dro)











































