IHSG Terseret Anjloknya Bursa China

IHSG Terseret Anjloknya Bursa China

- detikFinance
Senin, 31 Agu 2009 16:19 WIB
IHSG Terseret Anjloknya Bursa China
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali dihampiri tekanan jual. Melemahnya bursa-bursa regional yang dipimpin oleh Bursa China membuat IHSG sulit untuk keluar dari tekanan.

Investor melepas saham-saham pertambangan, terutama BUMN yang telah melaporkan kemerosotan kinerja. Demikian pula saham-saham bank mengalami koreksi menjelang pengumuman Rapat Dewan Gubernur BI yang diperkirakan akan kembali menurunkan BI Rate.

Pada perdagangan Senin (31/8/2009), IHSG ditutup merosot 35,710 poin (1,50%) ke level 2.341,537. Indeks LQ 45 juga melemah 6,955 poin (1,50%) ke level 456,266.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa-bursa regional mencatat penurunan yang cukup besar. Indeks Komposit Shanghai mencetak penurunan terbesar arena kekhawatiran melambatnya pertumbuhan kredit dan masalah suplai saham baru.

  • Indeks Komposit Shanghai merosot 192,94 poin (6,74%) ke level 2.667,75.
  • Indeks Nikkei-225 melemah 41,61 poin ke level 10.492,53.
  • Indeks Hang Seng melemah 374,43 poin (1,86%) ke level 19.724,19.
  • Indeks S&P/ASX200 turun 10,5 poin (0,23%) ke level 4.479,1.
  • Indeks KOSPI melemah 16,09 poin ke level 1.591,85.

Perdagangan di seluruh pasar berjalan lambat, dengan frekuensi transaksi hanya 80.276 kali pada volume 5.732 juta lembar saham senilai Rp 4,151 triliun. Sebanyak 39 saham naik, 177 saham turun dan 44 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya di jajaran top loser antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 250 menjadi Rp 8.400, International Nickel (INCO) turun Rp 200 menjadi Rp 4.225, BRI (BBRI) turun Rp 250 menjadi Rp 7,600, Indofood (INDF) turun Rp 125 menjadi Rp 2.500, Antam (ANTM) turun Rp 125 menjadi Rp 2.275, PTBA turun Rp 100 menjadi Rp 13.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 13.500, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 menjadi Rp 2.900.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indocement (INTP) naik Rp 300 menjadi Rp 10.050, Astra International (ASII) naik Rp 150 menjadi Rp 30.150, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 menjadi Rp 24.400, PGN (PGAS) naik Rp 25 menjadi Rp 3.475.






(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads