Investor melepas saham-saham pertambangan, terutama BUMN yang telah melaporkan kemerosotan kinerja. Demikian pula saham-saham bank mengalami koreksi menjelang pengumuman Rapat Dewan Gubernur BI yang diperkirakan akan kembali menurunkan BI Rate.
Pada perdagangan Senin (31/8/2009), IHSG ditutup merosot 35,710 poin (1,50%) ke level 2.341,537. Indeks LQ 45 juga melemah 6,955 poin (1,50%) ke level 456,266.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Komposit Shanghai merosot 192,94 poin (6,74%) ke level 2.667,75.
- Indeks Nikkei-225 melemah 41,61 poin ke level 10.492,53.
- Indeks Hang Seng melemah 374,43 poin (1,86%) ke level 19.724,19.
- Indeks S&P/ASX200 turun 10,5 poin (0,23%) ke level 4.479,1.
- Indeks KOSPI melemah 16,09 poin ke level 1.591,85.
Perdagangan di seluruh pasar berjalan lambat, dengan frekuensi transaksi hanya 80.276 kali pada volume 5.732 juta lembar saham senilai Rp 4,151 triliun. Sebanyak 39 saham naik, 177 saham turun dan 44 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya di jajaran top loser antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 250 menjadi Rp 8.400, International Nickel (INCO) turun Rp 200 menjadi Rp 4.225, BRI (BBRI) turun Rp 250 menjadi Rp 7,600, Indofood (INDF) turun Rp 125 menjadi Rp 2.500, Antam (ANTM) turun Rp 125 menjadi Rp 2.275, PTBA turun Rp 100 menjadi Rp 13.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 13.500, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 menjadi Rp 2.900.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indocement (INTP) naik Rp 300 menjadi Rp 10.050, Astra International (ASII) naik Rp 150 menjadi Rp 30.150, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 menjadi Rp 24.400, PGN (PGAS) naik Rp 25 menjadi Rp 3.475.
(qom/qom)











































