Didahului Anak Usaha, IPO KS Tetap Jalan

Didahului Anak Usaha, IPO KS Tetap Jalan

- detikFinance
Selasa, 01 Sep 2009 14:23 WIB
Didahului Anak Usaha, IPO KS Tetap Jalan
Jakarta - PT Krakatau Steel (KS) menyatakan akan terus melaksanakan proses penawaran perdana saham (initial public offering /IPO) meski akan didahului oleh anak usahanya PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa). IPO Latinusa masih harus menunggu perubahan Peraturan Pemerintah (PP).

"Walaupun Latinusa IPO, opsi KS untuk IPO tetap jalan," ujar Komisaris KS, Alexander Rusli di kantor Kementerian Negara BUMN, Jakarta, Selasa (1/9/2009).

Menurut Alexander, tidak ada masalah jika Latinusa akhirnya bisa melaksanakan IPO lebih dulu ketimbang induknya. "Tidak ada masalah. Berbarengan juga tidak masalah," ujarnya.

Rencana KS untuk melakukan IPO sempat tertunda karena beberapa alasan teknis yang disebabkan oleh kondisi pasar modal yang kurang baik. Kondisi terakhir, IPO KS bakal dilaksanakan pada pertengahan pertama tahun 2010.

Sebelum ditunda, target dana IPO KS mencapai Rp 2 triliun. Namun ketika dikonfirmasi, Direktur Utama KS Fazwar Bujang menyatakan kalau hingga saat ini belum ada perubahan target dana IPO.

Namun mengingat pelaksanaan IPO baru akan dilakukan tahun 2010, Fazwar mengatakan masih terdapat kemungkinan terjadi perubahan target dana IPO. Hingga saat ini KS belum memberikan laporan keuangan acuan yang akan didaftarkan untuk memulai proses IPO.

IPO Latinusa Tunggu Perubahan PP

Bersamaan dengan itu, Alexander mengatakan kalau rencana Latinusa untuk menggelar IPO masih harus menunggu perubahan PP soal privatisasi BUMN.

"Sekarang sedang menunggu perubahan PP dari Kementerian BUMN, karena dalam PP yang telah disusun sebelumnya, nama Latinusa tidak masuk sebagai yang akan melakukan IPO. Jadi kita tunggu saja. Bisa saja nanti IPO berbarengan," ujarnya.

Namun Direktur Keuangan Latinusa Erwin menyatakan kalau Latinusa menargetkan dapat melaksanakan IPO pada November 2009. Saat ini Latinusa tengah dalam proses pelaksanaan IPO.

Latinusa berencana melepas 20% saham dengan target dana IPO Rp 400 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik tin black steel senilai sama.

"Selama ini permintaan dalam negeri 200 ribu, tapi kita sebagai pemain satu-satunya cuma produksi 100 ribu. Jadi nanti akan kita tingkatkan menjadi 200 ribu. Selama ini kebutuhan dalam negeri dipenuhi dari impor," jelas Fazwar. (dro/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads