Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak zig zag. Dibuka menguat, kemudian melemah, IHSG akhirnya menutup sesi I dengan penguatan tipis. Namun menjelang akhir sesi II, IHSG akhirnya memerah.
Pelemahan IHSG terjadi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka inflasi Agustus yang sebesar 0,56%. IHSG hari ini berada di level tertinggi di 2.355,809, dan level terendah 2.325,466.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal bursa-bursa regional sudah bergerak menguat meski tidak terlalu signifikan.
- Indeks Komposit Shanghai menguat tipis 15,98 poin (0,60%) ke level 2.683,72.
- Indeks Hang Seng naik 148,11 poin (0,75%) ke level 19.872,30.
- Indeks S&P/ASX menguat tipis 35,5 poin (0,79%) ke level 4.514,6.
- Indeks KOSPI naik tipis 31,21 poin (1,96%) ke level 1.623,06.
- Indeks Nikkei-225 naik 37,53 poin (0,36%) ke level 10.530,06.
Perdagangan di seluruh pasar cukup tipis, dengan frekuensi hanya 79.022 kali pada volume 4.392,9 juta lembar saham senilai Rp 3,371 triliun. Sebanyak 67 saham naik, 111 saham turun dan 72 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain BRI tercatat turun Rp 200 menjadi Rp 7.400, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 125 menjadi Rp 3.975, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 menjadi Rp 2.825, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 menjadi Rp 13.200, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 menjadi Rp 23.700, London Sumatera (LSIP) turun Rp 250 menjadi Rp 7.550.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 450 menjadi Rp 30.600, BCA (BBCA) naik Rp 125 menjadi Rp 4.375, International Nickel (INCO) naik Rp 75 menjadi Rp 4.300, Indosat (ISAT) naik Rp 50 menjadi Rp 5.300.
(qom/qom)










































