Pada perdagangan Selasa (1/9/2009), IHSG ditutup bergerak tipis ke 10.110 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.112 per dolar AS.
Ekonom BII Samuel Ringoringo mengatakan, ruang untuk pergerakan rupiah, IHSG dan obligasi cukup terbatas. Situasi ini masih akan rentan terhadap guncangan sehubungan dengan berlanjutnya profit taking di pasar saham dan surat utang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dolar AS di pasar Asia tercatat menguat atas yen karena pialang menunggu hasil dari survei soal sektor manufaktur.
Dolar AS menguat atas yen ke 93,26 yen, dibandingkan sebelumnya di 93,08 yen. Euro menguat ke 1,4357 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4341 dolar dan 133,89 yen, dibandingkan sebelumnya di 133,47 yen.
(qom/qom)










































