Turunnya saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan Astra International (ASII) menyeret IHSG ke teritori negatif, hingga di bawah level 2.300.
Pada perdagangan Rabu (2/9/2009), IHSG ditutup merosot 40,989 poin (1,76%) ke level 2.285,925. Indeks LQ 45 juga trun 8,471 poin (1,87%) 444,255.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Hang Seng melemah 350,3 poin (1,76%) ke level 19.522.
- Indeks S&P/ASX melemah 76,4 poin (1,69%) ke level 4.438,2.
- Indeks Komposit Shanghai naik 32,88 poin (1,16%) ke level 2.714,97.
- Indeks Nikkei-225 merosot 249,60 poin (2,37%) ke level 10.280,46.
- Indeks KOSPI turun 9,90 poin (0,61%) ke level 1.613,16.
"Koreksi saham-saham di AS mungkin akan berlanjut untuk beberapa saat, karena data ekonomi positif tidak perlu diterjemahkan sebagai gain," Tachibana Securities, analis dari Kenichi Hirano seperti dikutip dari AFP.
Perdagangan di lantai bursa masih tipis. Frekuensi transaksi mencapai 86.393 kali pada volume 4.850 juta lembar saham senilai Rp 3,846 triliun. Hanya 34 saham naik, 178 saham turun dan 38 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.300 menjadi Rp 29.300, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 menjadi Rp 23.000, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 menjadi Rp 12.600, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 menjadi Rp 2.725, BRI (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 7.200, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 8.250.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indofood (INDF) naik Rp 125 menjadi Rp 2.600, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 25 menjadi Rp 4.000, Lippo Karawaci (LPKR) naik Rp 20 menjadi Rp 670, Unilever (UNVR) naik Rp 150 menjadi Rp 10.300.
(qom/qom)











































