"Tahun ini kita menargetkan penerbitan MTN Rp 500 miliar," ujar Direktur Keuangan FIF, Juliani E. Syaftari di sela acara buka puasa bersama di
Jakarta, Rabu (2/9) malam.
Menurut Juliani, penerbitan MTN tersebut tidak akan diperuntukkan bagi investor publik, melainkan akan ditawarkan kepada beberapa investor saja yang ditunjuk perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, penerbitan MTN akan dilakukan pada awal triwulan IV-2009. Seluruh dana hasil MTN tersebut akan digunakan untuk kebutuhan dana pembiayaan motor perseroan di 2009. Tahun ini, FIF menargetkan pembiayaan sebesar Rp 10 triliun, turun 15% dari tahun 2008 sebesar Rp 12 triliun.
"Target pembiayaan turun 15%. Per Juni 2009 pembiayaan motor baru turun 30%, mudah-mudahan ke depannya gapnya makin kecil," ujar Juliani.
Ia menjelaskan, perseroan telah membiayai kredit kepemilikan motor baru sebanyak 1,1 juta unit pada tahun 2008.Β Sementara, pada tahun ini, FIF akan mengalokasikan total dana pembiayaan untuk kredit motor baru sebanyak 65%. Sisanya akan digunakan untuk pembiayaan motor bekas dan barang elektronik masing-masing 15% dan 20%.
"Namun, volume kredit motor pada tahun ini akan cenderung menurunΒ dibanding tahun lalu, terutama akibat lemahnya permintaan dan krisis global," imbuhnya.
Meski sempat turun, menurut Juliani, pada semester kedua tahun 2009, tren pembiayaan sudah mulai menunjukkan peningkatan. Namun, nilai pembiayaan perseroan pada akhir tahun ini diperkirakan tidak akan mencapai hasil tahun 2008 yang sebesar Rp12 triliun.
"Tahun ini masih lebih kecil, walau tren semester kedua lebih baik dari semester satu. Laba tahun ini kami harap lebih baik minimal bisa sama, menembus Rp 612 miliar. Untuk itu, kami akan fokus pada kualitas kredit untuk mencapainya," ujarnya.
Sementara, untuk unit bisnis pembiayaan syariah, Juliany mengatakan, nilainya akan terus mengalami peningkatan.Β Saat ini nilai aset pembiayaan syariah perseroan naik mencapai 10-12%.
"Pinjaman syariah masih terus bergulir, kuartal 4 tahun lalu masih tinggi, bahkan per Juni 2009 nilainya masih lebih tinggi dibanding tahun lalu. Tahun ini lebih dari 14 bank belum bisa menurunkan tingkat bunganya lebih jauh, hal ini menyebabkan bunga kredit non syariah jadi lebih tinggi," katanya.
Untuk pendanaan kredit kepada konsumen sebanyak 45% akan diperoleh dari skema joint financing, kemudian dari penjualan obligasi Rp 1 triliun yangΒ diterbitkan pada April 2009, pinjaman perbankan serta MTN.
(dro/ang)











































