Demikian disampaikan dalam Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) yang dikutip detikFinance, Jumat (4/9/2009).
Menurut catatan BI, rupiah bergerak cukup stabil yang tercermin pada penurunan volatilitasnya dari 0,6% pada Juli 2009 menjadi 0,46% di Agustus 2009.
Aliran modal asing mendorong penguatan nilai tukar rupiah, aliran modal asing terus masuk ke pasar domestik dan mendukung pasokan valas di pasa uang.
Arus modal masuk ini didukung oleh optimisme akan terjadinya pemulihan ekonomi global dan domestik, imbal hasil rupiah tetap menarik, dan persepsi risiko yang membaik.
Sehingga meningkatkan minat para pemodal trhadap aset di pasar keuangan domestik. BI memandang apresiasi rupiah yang terjadi masih mendukung daya saing produk ekspor Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara Asia lainnya.
Sementara itu, di sektor keuangan domestik, perbaikan kinerja terus ditunjukkan oleh pasar keuangan domestik.
Di pasar saham, minat beli investor di bursa meningkat tinggi didukung oleh kondisi fundamental ekonomi domestik yang baik, terutama realisasi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari perkiraan, serta kinerja perusahaan publik pada semester I-2009 yang menunjukkan perkembangan positif.
Di pasar uang, kondisi likuiditas di pasar uang antar bank masih cenderung longgar. Hal ini tercermin pada volume transaksi di pasar uang yang mencatat peningkatan. Suku bunga PUAB (Pasar Uang Antar Bank) overnight menurun dari bulan sebelumnya, sejalan dengan arah pergerakan BI Rate.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(dnl/dnl)











































