Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Senin, 07 Sep 2009 09:04 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Saham US mengalami penurunan terbanyaknya dalam dua bulan pada perdagangan minggu lalu dipimpin oleh saham keuangan dan energi ditengah kekhawatiran bahwa bank akan mengalami kenaikan lebih dari prospek pendapatan warrannya dan rendahnya harga minyak.

Morgan Stanley -6.3% setelah Bank of America memangkas ratingnya, American International Group Inc. -20% karena Sanford C. Bernstein & Co. merekomendasikan 'sell' untuk sahamnya.

Exxon Mobil Corp. turun akibat crude oil mengalami penurunan sebesar 6.5% setelah Cina mengatakan akan mengimplementasikan peratiran yang lebih ketat untuk perbankan dan akan berdampak pada konsumsi energi nasional. Indeks S&P 500 (-1.2%) 1,016.4, Dow Jones (-1.1%) 9,441.27.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Regional Pagi: Bursa Jepang melonjak, rebound dari pelemahan selama 3 hari, setelah perusahaan AS memengkas pekerja lebih sedikit dari estimasi pada Agustus dan juga mengikuti penguatan Wall Street serta pelemahan yen. Toshiba Corp. (+2.8%) dengan adanya rencana menawaran untuk Areva SA's, unit transmisi dan distribusi energi. Sony Corp., yang penjualannya didapat dari AS dan Nissan Motor Co. Masing-masing (+1.4%).

Nikkei 225 (+0.9%) 10,276.41 pada 9:03 a.m. di Tokyo. Topix index (+0.8%) 943.07. KOSPI INDEX (-0.49%) 1,601.04. S&P/ASX 200 INDEX (+0.49%) 4,457.30.Straits Times (+0.10%) 2,625.26.

Commodity: Crude oil turun di bawah level $68/barel akibat spekulasi bahwa pasokan telah mencukupi sampai akhir musim panas di US dan juga akibat lemahnya permintaan global. Laporan konsumsi kredit yang akan keluar esok hari kemungkinan akan menunjukkan konsumsi minyak turun akibat bank-bank membatasi pinjaman dan meningkatnya pengangguran.

Crude oil untuk Oktober -0.7% menjadi $67.54/barel, Brent crude oil untuk Oktober -0.7% menjadi $66.38/barel. Gold (-0.24%) $994.3/oz, Nickel (-1.8%) $17.950/ton, Tin (-0.03%) $14.600/ton, CPO 2.224 RMY, Coal (-5.8%) $66.3/ton

Economic & Industrial news

Automotive: Penjualan Mobil Agustus Naik 14% MoM

Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Amleia Tjandra menyatakan penjualan mobil nasional Agustus naik 14% MoM dari 41.883 jadi 47.717 unit, dipicu tingginya daya beli masyarakat dan sentimen Lebaran.
 
Economic: RI Perkuat Kebijakan Utang

Pemerintah menyiapkan enam kebijakan pengelolaan utang guna mengantisipasi ketatnya likuiditas dan ketidakpastian pembiayaan dari pasar keuangan global pada 2010. Likuiditas di pasar global kemungkinan akan lebih ketat karena defisit AS diperbesar guna membiayai stimulus fiskal dan rekapitulasi perbankan.

Keenam kebijakan tersebut adalah:

1. menjaga kepercayaan para pelaku pasar domestik dengan meningkatkan konsistensi kebijakan fiskal dan moneter.
2. melakukan diversifikasi instrumen pembiayaan.
3. menerbitkan surat berharga syariah negara (SBSN) secara rutin.
4. tetap mengupayakan pinjaman luar negeri.
5. mengupayakan komitmen dari sejumlah lembaga donor multilateral.
6. melaksananan Peraturan Pemerintah mengenai pinjaman dalam negeri yang memungkinkan pemerintah pusat menarik pendanaan dari perbankan dalam negeri, BUMN,dan pemda yang neracanya mencatat surplus.

Pemerintah juga akan mengupayakan utang baru pada 2010 dan ditargetkan sekitar US$ 2,4 miliar dan pinjaman program US$ 2,5 miliar.
 
Telco: Hari ini, Pemerintah Buka Lagi Sertifikasi BlackBerry

Mulai hari ini (7/9), pemerintah resmi membuka kembali pembekuan sertifikasi produk BlackBerry. Keputusan tersebut diambil lantaran RIM telah memenuhi syarat kepemilikan pusat fasilitasi reparasi serta telah menyerahkan surat pernyataan tentang kesanggupan memberikan layanan purnajual secara menyeluruh.

Corporate news

AQUA: Harga Tender Offer di Atas Rp 400.000

Harga tender offer AQUA diindikasikan di atas Rp400.000/saham, tertinggi dalam sejarah. Perseroan disinyalir telah memfinalisasi dokumen terkait penawaran tender offer tersebut pada pekan lalu.

ELTY: Diminati Capital World & Terbitkan Obligasi 2010

Capital World, pengelola investasi instrumen ekuitas terbesar di AS dengan dana kelolaan Rp2.000 triliun berminat untuk membeli saham ELTY dari pasar karena solidnya kondisi fundamental serta saham yang dinilai murah dan siklus properti yang masih di bawah, pasca pagelaran roadshownya di Hongkong.

Perseroan menyatakan investasi tersebut bersifat long term investment. Sementara itu, 2010 perseroan berencana menerbitkan obligasi guna membiayai infrastruktur dan akan menggelar kembali road shownya ke negara di AS dan Eropa.

META: Harga Rights Issue Rp 44/Saham

META menargetkan rights issue sebanyak 11,04 miliar saham seharga Rp44/saham atau Rp485,77 miliar dengan nilai nominal Rp35/saham. Setiap pemegang 500 saham mempunyai 545 HMETD.
 
LAPD: Incar Mayoritas Saham META, 50,65% Saham

LAPD mengincar mayoritas saham META melalui tiga cara, yakni:

1. Membeli 7% atau 709 juta saham lewat pasar
2. Setelah menjadi pemegang saham META, LAPD bisa mendapat Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dalam rights issue META dengan menargetkan sebanyak 772,81 juta saham
3. LAPD akan mengeksekusi haknya sebagai pembeli siaga rights issue META jika Bosowa Grup dan pemegang saham lain tidak mengeksekusi hak mereka.

Oleh karena itu, perseroan berpotensi menguasai 50,65% saham META. Namun, rencana tersebut masih menunggu restu RUPSLB pada 5 Okto09.

UNTR: Naikkan Target Penjualan FY09 jadi 3.000

UNTR untuk ketiga kalinya kembali menaikkan target penjualan FY09 jadi 3.000 unit dari sebelumnya 2.800 unit seiring membaiknya sektor pekebunan dan pertambangan dan stabilnya harga komoditas.

HMSP: Tak Berniat Go Private

HMSP menyatakan perseroan tak berencana go private seiring PT Philip Morris Indonesia menambah kepemilikan saham perseroan hingga 98,18%.

MAPI: November, Terbitkan Obligasi Rp500 M

November09, MAPI menargetkan akan menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar. Perolehan dana untuk menambah gerai perseroan. Perseroan juga telah menunjuk PT Danareksa Securities dan PT HSBC Securities sebagai underwriternya.

IPO: BTN Tunjuk CIMB & Mandiri jadi Underwriter

PT BTN menunjuk PT CIMB Securities dan PT Mandiri Sekuritas jadi underwriter pelaksanaan IPO nya sebanyak 30% saham.

EXCL: Akhir September, Putuskan Nilai Rights Issue

Akhir September, EXCL akan memutuskan nilai rights issue dan surat utang wajib konversi (mandatory convertible notes) yang saat ini masih dibahas oleh Mandiri Sekuritas selaku penasehat keuangannya. Rights issue diindikasikan senilai Rp3 triliun yang akan dilaksanakan pada 4Q09. Perolehan dana untuk mengurangi utangnya.


(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads