Pada perdagangan Senin (7/9/2009), rupiah ditutup menguat ke level 10.052 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 10.122 per dolar AS.
Ekonom BII, Samuel Ringoringo menjelaskan, rupiah pada pekan lalu memang menghadapi tekanan yang tinggi akibat koreksi di pasar saham dan obligasi. BI terlihat aktif masuk ke pasar terutama melalui bank BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dolar AS di pasar Asia diperdagangkan variatif, setelah G20 memutuskan untuk mempertahankan kebijakan daruratnya melawan pelemahan ekonomi.
Dolar AS menguat ke 93,17 yen, dibandingkan sebelumnya di 92,99 yen. Euro menguat ke 1,4340 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4290 dolar dan 133,64 yen dibandingkan sebelumnya di 132,92 yen.
(qom/qom)











































