Demikian hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Achmad Sudarto usai buka bersama di Sindang Reret, Jalan Wijaya, Jakarta, Senin (7/9/2009).
"Secara prinsip kita siap. Tapi sampai saat ini belum ada arahan dari Kementerian Negara BUMN (Badan Usaha Milik Negara)," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2007 kita pernah ngasih interim, tapi jumlahnya enggak sebesar 50 persen seperti dividen biasa," katanya.
Perusahaan plat merah itu setiap tahunnya menyetor dividen sebanyak 50 persen dari laba bersihnya di penghujung tahun.
Sebelumnya, Kementerian Negara BUMN berniat menarik dividen interim hingga maksimal Rp 2,5 triliun dari beberapa perusahaan negara. Dana tersebut akan digunakan untuk menambal realisasi pajak yang minim dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2009.
Sebanyak Rp 500 miliar akan diambil dari PT Pertamina, sedangkan sisanya dari BUMN yang mencetak laba hingga semester II 2009. Menurutnya, jika PTBA akhirnya diminta dividen interim, maka perseroan tidak perlu melangsungkan Rapat Umum Pemegang Sama Luar Biasa (RUPSLB).
"Enggak perlu RUPS. Nanti saja perhitungannya dalam RUPS akhir tahun," imbuhnya.
Hingga paruh pertama tahun 2009, BUMN tambang itu sudah membukukan pendapatan sebesar Rp 4,5 triliun, dengan laba bersih Rp 1,5 triliun. Pendapatannya meningkat 56 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan laba bersihnya naik 124 persen dari Rp 710,3 miliar.
(ang/qom)











































