Demikian hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Achmad SudartoΒ di Jakarta, Senin (7/9/2009) malam.
"Target produksi kita di 2010 bisa 13-14 juta ton. Peningkatan tersebut didorong oleh sarana angkutan kereta api kita yang bertambah menjadi maksimal 12,5 - 13 juta ton per tahun," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pembelian sarana angkut, emiten berkode PTBA itu juga berharap rencana akuisisi 2 tambang batubara tahun depan sudah bisa diselesaikan.
Hingga akhir Juni 2009, BUMN tambang itu telah memproduksi batubara sebanyak 5,6 juta ton, naik sekitar 20 persen dari periode yang sama tahun lalu.
"Harga jual rata-rata di semester I 2009 naik 55,7 persen dibanding tahun lalu, atau menjadi sekitar Rp 768.553 per ton," katanya.
Ia menambahkan, perseroan juga akan berupaya menekan biaya operasional dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3x10 MW di mulut tambang Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
PLTU yang pembangunannya dimulai 18 Agustus lalu itu diharapkan rampung pada triwulan I 2011. Dengan menggunakan kas internal sebanyak US$ 41,4 juta, PLTU itu akan mengkonsumsi batubara berkalori rendah sebanyak 150.000 ton per tahun.
(ang/qom)











































