Dalam perdagangan yang sangat tipis, IHSG bergerak tanpa arah yang jelas di tengah perdagangan di bursa regional yang variatif.
Pada perdagangan Selasa (8/9/2009) sesi I, IHSG akhirnya ditutup naik tipis 3,045 poin (0,13%) ke level 2.343,437. Indeks LQ 45 juga naik tipis 0,148 poin (0,03%) ke level 455,565.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Komposit Shanghai naik 5,90 poin (0,20%) ke level 2.887,02.
- Indeks Hang Seng naik 128,89 poin (0,62%) ke level 20.758,20.
- Indeks Nikkei-225 melemah tipis 3,75 poin (0,04%) ke level 10.317,19.
Perdagangan berjalan sangat sepi, dengan total frekuensi hanya 37.797 kali dengan volume 2.220 juta lembar saham senilai Rp 1,170 triliun. Sebanyak 102 saham naik, 67 saham turun dan 68 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain PTBA naik Rp 200 menjadi Rp 12.950, PGN (PGAS) naik Rp 75 menjadi Rp 3.425, Indofood (INDF) naik Rp 50 menjadi Rp 2.600, BRI (BBRI) naik Rp 50 menjadi Rp 7,300, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 250 menjadi Rp 9.800, Indosat (ISAT) naik Rp 100 menjadi Rp 5.450.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 100 menjadi Rp 10.750, International Nickel (INCO) turun Rp 50 menjadi Rp 4.200, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 100 menjadi Rp 20.900, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 menjadi Rp 23.750.
(qom/qom)











































