Demikian dikatakan oleh Direktur Utama SMF, Erica Soeroto usai konferensi pers KIK EBA Tahap II di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (08/09/2009).
"Rencana pada bulan Oktober 2009, kita akan menerbitkan lagi obligasi senilai Rp 300 miliar sebagai pengganti dana dari pembiayaan ke Bank BNI untuk KPR Griya BNI kemarin," ujar Erica.
Erica mengatakan, hasil penerbitan surat utang ini juga akan digunakan kembali untuk membiayai program sekuritisasi Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) lagi. "Setelah Bank DKI, BNI, BTN, dan multifinance kemarin, kita akan kembali menjajaki pembiayaan KPR kepada sebuah Bank," jelasnya.
Erica mengatakan saat ini SMF sudah mengalirkan pembiayaan di sektor perumahan hingga sekuritisasi mencapai Rp 1 trilun lebih. "Lending atau kredit khusus perumahan sendiri mencapai Rp 734 miliar," katanya.
Di tempat yang sama Direktur SMF, Sutomo mengatakan bahwa perseroan telah mengundang beberapa perusahaan sekuritas untuk menjadi underwriter alias penjamin emisi surat utang tersebut.
"Yang sudah pasti PT Bahana Sekuritas, dan yang lain masih menunggu keputusan seperti Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas," jelasnya.
Dikatakan Sutomo, untuk tenor dan jangka waktu obligasi ini masih belum ditentukan. "Masih tergantung pasar, mana bunga yang lebih murah," ungkapnya.
Pada bulan Juni 2009 lalu SMF telah menerbitkan obligasi pertama. Jumlah penawaran terhadap surat utang bertenor satu tahun tersebut mencapai Rp 654 miliar.
(dru/dnl)











































