Hal ini diuraikan Hariyajid Ramelam, Analis pasar dari Kapira Sekurindo di gedung BEI hari ini (8/9/2009).
Bagi investor yang memiliki saham AQUA sebesar 5,65%, sudah saatnya melepas sahamnya. "Selama ini mereka telah melakukan capital gain . Penawaran yang dilakukan perseroan pun sangat bagus," kata Hariyajid.
Harga saham sebesar Rp 450.000 merupakan harga tertinggi AQUA dalam 90 hari terakhir. Ini sebelum pengumuman rencana go private pada bulan Agustus, yang sebesar Rp244.800 per lembar saham.
Pada sisi yang lain, jika investor kecil mempunyai saham namun sahamnya merupakan saham "tidur" tetap saja tidak menguntungkan. "Saham yang tidak liquid justru akan membebankan indeks," katanya.
Usaha AQUA dalam go private sempat gagal dua kali. Namun Hariyajid tetap menilai saham AQUA sangat baik. Tentu karena dinilai dari harga per lembar sahamnya. Perlu diingat, nilai yang dipatok perseroan sudah melebihi hasil penilaian independen.
Namun permintaan kenaikan harga saham tender offer, masih bisa terjadi. "Tapi ini semua perlu melihat kondisi yang ada. Permintaan kenaikan perlu dipikirkan karena pemilik minoritas relatif tidak memiliki kekuatan untuk mendorong kebijakan," tambah Hariyajid.
(dnl/dnl)











































