Investor juga semangat dengan munculnya rencana deal-deal baru, seperti Kraft Foods Inc yang ingin membeli Cadbury senilai US$ 16,7 miliar, meski selanjutnya ditolak.
"Meski sejak kenaikan besar pasar, banyak orang khawati tentang valuasi. Namun ketika ANda melihat penawaran seperti ini, maka kekhawatiran semacam itu berkurang," ujar Bruce Bittles, chief investment strategist Robert W Baird & Co seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham energi dan pertambangan menguat seiring naiknya harga komoditas itu. Saham Chevron naik hingga 2% dan menjadi penopang utama kenaikan Doe Jones. Exxon Mobil juga naik 2,1%. Sementara Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc naik 3% setelah harga emas melambung hingga US$ 1.000 per ounce.
Namun perdagangan masih sangat tipis, di New York Stock Exchange hanya 1,32 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebesar 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi juga hanya 2,01 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang hanya 2,28 miliar.
Harga Minyak Melesat
Sementara harga minyak mentah dunia kembali melonjak menjelang pertemuan OPEC. Lonjakan harga juga dipicu oleh melemahnya dolar AS dan kepercayaan akan segera pulihnya perekonomian.
Kontrak utama minyak light sweet pengiriman Oktober melesat 3,08 dolar ke level US$ 71,01 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Oktober melonjak 2,89 dolar ke level US$ 69,42 per barel.
(qom/qom)











































