Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 09 Sep 2009 09:27 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Kenaikan saham di berbagai negara dan naiknya harga logam memicu kenaikan S&P 500. Emas naik di atas level $1.000/oz sementara dolar melemah terhadap euro. Alcoa Inc. dan Chevron Corp. naik sedikitnya 2.2%, copper +3.1% dan oil +4.5%. General Electric Co. +4.5% setelah JPMorgan Chase & Co. merekomendasikan 'buy' atas saham perusahaan. Indeks S&P 500 (+0.9%) 1,025.39 dan Dow Jones (+0.6%) 9,497.34.

Harga logam mengalami kenaikan setelah Goldman Sachs Group Inc. menaikkan prediksinya. Gold future naik ke level tertingginya sejak Maret 2008 ke level $1,009.70/oz, Copper +3.1% menjadi $2.956/pound.

Regional Pagi: Saham Jepang melemah pertama kali dalam 3 hari terakhir, yang dipimpin oleh perbankan setelah JPMorgan Chase & Co. yang memangkas peringkat Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc. Nikkei 225 (-0.4%) 10,349.59, Topix 1000 (-0.5%) 941.97, dengan pelemahan saham otomotif, namun saham perusahaan minyak menguat dengen tingginya harga minyak berjangka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isuzu Motors Ltd. (-2.8%) dan Toyota Motor Corp. (-1.3%). Inpex Corp. (+1.5%) dan Nippon Oil Corp. (+0.8%), seiring harga minyak untuk pengiriman Oktober naik di atas $71/barel di Globex. Mitsubishi UFJ (-2%) dan Sumitomo Mitsui (-1.6%). Canon Inc. (-2.5%) setelah dollar melemah terhadap yen. Mitsubishi Corp. (+1.4%) setelah harga minyak dan logam menigkat. KOSPI INDEX (-0.09%) 1,618.21. S&P/ASX 200 INDEX (+0.55%) 4,548.70. STI (-0.32%) 2,652.33.

Commodity: Crude oil diperdagangkan di kisaran $71/barel setelah kemarin mengalami kenaikan akibat melemahnya dolar sehingga meningkatkan permintaan terhadap komoditi. Minyak naik 5.5% ketika dolar menyentuh level terendahnya pada tahun ini dan adanya spekulasi inflasi akan meningkat. Crude oil untuk Oktober (+0.3%) $71.33/barel di NYMEX, Brent crude oil untuk Oktober (+4.3%) menjadi $69.42/barel di London. Crude oil (-0.2%) $71/bbl, Gold (+0.8%) $1.002,9/oz, CPO (+2.3%) $665/MT, Nickel (+1.4%) $17.950/MT, Tin (+3.9%) $14.880/MT

Economic & Industrial News

Economic : Monopoli PLN berakhir

Badan legislatif telah mengeluarkan keputusan baru mengenai bisnis listrik. Peraturan baru menyebutkan proses produksi hingga distribusi listrik dapat dilakukan oleh perusahaan negara maupun swasta. Peraturan itu juga menyebutkan PLN dan perusahaan regionalnya mendapatkan prioritas untuk menyediakan listrik bagi publik.
 
Corporate news

DOID: Buma Jajaki Obligasi US$600 Jt

PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma), perusahaan yang tengah proses backdoor listing dengan diakuisisi oleh DOID berencana menerbitkan kombinasi obligasi dan pinjaman senilai US$600 juta atau Rp6 triliun. Disinyalir perolehan dana untuk refinancing utangnya senilai US$310 juta. Saat ini BUMA memiliki 12 kontrak pertambangan batubara senilai US$5,3 miliar atau 7,7x pendapatan FY08 Rp6,77 triliun.
 
FREN: Tawarkan Rights Issue Rp 65 Per Saham

FREN menawarkan harga rights issue kepada para pemegang obligasinya sebesar Rp65/saham dan memberi batas waktu hingga 12 September09. Jika krediturnya menyepakati harga tersebut perseroan segera mengelar rights issue terbatas pada Oktober09. Sementara itu, perseroan belum menentukan besaran jumlah sahamnya.

WIKA: Kantongi Kontrak PLTD Rp500 M, Kontrak Baru 8M09 Rp7,1 T

WIKA mengantongi kontrak pengerjaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) marine fuel oil (MFO) milik PT Indonesia Power berkapasitas 40-50 MW senilai Rp500 miliar . Pengerjaan proyek ditargetkan selama satu tahun dan memprediksi dana investasi perseroan Rp350 miliar yang akan didanai dari kas internal. Selanjutnya, perseroan akan menjual listrik kepada Indonesia Power seharga Rp1.183,2/kwh. Sementara Bisnis mencatat perseroan meraih kontrak baru pada 8M09 Rp7,1 triliun dengan total order book Rp14,85 triliun.

PTBA : Proyeksi penjualan PTBA dinaikkan

PTBA mengharapkan kenaikan penjualan batu bara sebesar 11% tahun depan akibat meningkatnya jaringan transportasi. Perusahaan kemungkinan akan menjual 15 juta ton batu bara tahun depan dibandingkan dengan target awal sebesar 13.5 juta ton. Meningkatnya sistem transportasi diharapkan dapat meningkatkan produksi di 2010 hingga 14 juta ton.

BSDE: Penjualan 2Q09 Naik 49% yoy

Penjualan BSDE 2Q09 naik 49% yoy dari Rp144 miliar jadi Rp214 miliar atau melonjak 171% QoQ, dipicu lonjakan permintaan rumah tinggal (landed residensial) yang berkontribusi 60-65% dari pendapatannya.
 
ANTM: Produksi Bauksit di Tambang Tayan

ANTM menargetkan produksi bauksit di Tayan, KalBar sebesar 300-400 ribu ton tahun ini menyusul telah berproduksinya tambang tersebut sekitar 50 ribu ton pada Maret 2009 dan ditargetkan akan menghasilkan 1,1 juta ton per tahun.

Pihaknya mengharapkan produksi ini dapat menggantikan produksi bauksit dari tambang Kijang yang akan ditutup bulan ini. Pasalnya, cadangan di tambang tersebut habis.



(etr/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads